Senin, 18 Mei 2026

TRIPOD

398 Kasus Kekerasan Anak di Kepri Sepanjang 2024, Romo Paschal: Fenomena Ini Kian Mengkhawatirkan

Tentu kekerasan seperti ini harus dihentikan. Bagaimana langkah-langkah untuk mengatasi persoalan ini.

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
Tribunnews.com/Dok.Tribun Batam
TRIPOD - Wawancara Eksklusif Tribun Batam dengan Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Keuskupan Pangkal Pinang, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus (Romo Paschal) di Studio Tribun Batam.id, Kompleks MCP, Batuampar, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (1/12/2025). 

TRIBUN BATAM.id, BINTAN  - Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) selalu ada.

Bahkan tidak sedikit anak yang menjadi korban.

Tentu kekerasan seperti ini harus dihentikan. Bagaimana langkah-langkah untuk mengatasi persoalan ini.

Berikut wawancara Eksklusif Tribun Batam (TB) dengan Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Keuskupan Pangkal Pinang, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus (Romo Paschal) (RP).

TB : Bagaimana Romo melihat trend kasus kekerasan anak saat ini di Kota Batam, Kepri?

RP : Sebelum saya menjawab, kita sepakati dulu memahami bahwa yang disebut anak lewat UU pelindungan anak adalah mereka yang belum genap berusia 18 tahun ke atas.

Jika kita melihat kasus yang sudah terjadi, justru ini menjadi keprihatinan kita.

Data yang diterima dari Provinsi Kepri, pada tahun 2024 ada 398 kasus yang menimpa anak-anak. 

Angka ini meningkat dari tahun 2023, yakni 267 kasus kekerasan yang menimpa di Kepri. 

Untuk data kami di Save Migran, pada tahun 2023 - 2024 ada 69 korban anak yang kami tangani. 

Ini bukan soal angka, jika kita bicara soal kekerasan pada anak yang mentalnya terganggu hingga trauma yang mendalam fenomena saat ini cenderung meningkat. 

Tentu ini membuat rasa keprihatinan bagi kita.

Kasus ini sangat dinamis, misalnya sekarang kasus yang ngetren adalah kekerasan berbasis gender online yang juga semakin meningkat. 

Kekerasan juga terjadi di tempat-tempat yang berbasis agama, seperti panti asuhan, gereja dan pondok pesantren juga kerap kali terjadi.

Selama ini Kekerasan terhadap anak selama ini cenderung di ruang yang privat ini menjadi keprihatinan kita hingga saat ini.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved