Asa Arison di Balik Kebun Hidroponik Samping Rumah
Arison memulai kebun buatan yang bernama hidroponik itu pada 2023 silam. Kala itu dia hendak memasuki masa pensiun dari pengabdiannya di KPU
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
“Pokoknya kebun hidroponik cukup menopang ekonomi keluarga. Ini juga bisa jadi solusi bagi penyelesaian inflasi jika diterapkan secara masif,” ungkap warga Toapaya Asri itu.
Aksi menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah sendiri untuk mengurangi inflasi merupakan satu kebijakan Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad.
Dia mengajak para pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi Kepri untuk menanam cabai dan sayur-sayuran demi memenuhi kebutuhan harian sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.
“Mari kita giat menanam cabai dan sayur cepat panen, seperti sawi dan kangkung," kata Ansar pada Rabu (10/12/2025).
Mantan Bupati Bintan itu bahkan sudah langsung menanam cabai di pekarangan rumahnya. Melalui contoh aksi ini, Ansar ingin menyadarkan masyarakat untuk membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus mengurangi neraca kebutuhan, khususnya cabai dan sayur-sayuran.
“Misalnya, sekitar 15 pohon cabai yang ditanam dan beberapa kali sudah dipanen. Sekali panen dapat dua sampai tiga ons. Lumayan untuk konsumsi di rumah,” terang suami Hj Dewi Kumalasari ini.
Dukungan Pemerintah Provinsi Kepri pun ditunjukkan dengan mengapresiasi masyarakat yang peduli pada upaya penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Apresiasi tersebut antara lain ditunjukkan oleh Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura saat menghadiri kegiatan penanaman bibit cabai hijau dan cabai merah perdana di Pantai Halona, Galang Baru, Batam, Kamis (8/1/2026).
Nyanyang kala itu memuji panitia serta seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Dia memastikan Pemerintah Provinsi Kepri terus mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pertanian dan ketahanan pangan.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung dan terlibat aktif dalam berbagai aktivitas pertanian demi terwujudnya ketahanan pangan di daerah kita,” ucap mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri ini.
Dalam paparannya, Nyanyang menyebut kebutuhan cabai di Kepri berdasarkan Laporan Akhir Neraca Bahan Makanan Tahun 2025. Produksi lokal cabai besar tercatat sebesar 4.508 ton per tahun, sementara kebutuhan mencapai 12.074 ton per tahun.
Dengan demikian, Kepri baru mampu memenuhi sekitar 37,38 persen kebutuhan cabai besar per bulan.
Sementara itu, untuk komoditas cabai rawit, kebutuhan mencapai 7.236 ton per tahun atau sekitar 641 ton per bulan.
Namun, produksi lokal hanya mencapai 1.488 ton per tahun atau sekitar 124 ton per bulan, sehingga tingkat pemenuhan kebutuhan baru sekitar 19,34 persen.
kebun hidroponik
Bank Indonesia Kepri
Kepala Bank Indonesia Kepri
Gubernur Kepri
Wakil Gubernur Kepri
Ansar Ahmad
Nyanyang Haris Pratamura
Rony Widjarto P
Bintan
Kepri
| Kadiskominfo Kepri Sebut Ruang Digital Tidak Aman, Minta Peran Keluarga Jadi Kunci |
|
|---|
| Jatanras Polda Kepri Bongkar Sindikat Judol di Batam, Beroperasi dari Rumah di Sambau Nongsa |
|
|---|
| Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura: Geografis Kepri Menuntut Kompetensi di Atas Standar |
|
|---|
| Natuna Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Laut Lewat FGD Bersama Kemenhub |
|
|---|
| Duduk Perkara Dugaan Pencurian 49 Ton Besi Bekas di PT BAI, Polres Bintan Segera Tetapkan Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Arison-Petani-Hidroponik-di-Bintan.jpg)