Kamis, 7 Mei 2026

Asa Arison di Balik Kebun Hidroponik Samping Rumah

Arison memulai kebun buatan yang bernama hidroponik itu pada 2023 silam. Kala itu dia hendak memasuki masa pensiun dari pengabdiannya di KPU

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Beres Lumbantobing
PETANI HIDROPONIK – Seorang petani hidroponik, Arison sedang memisahkan bibit-bibit selada dari persemaian ke instalasi peremajaan di kebun hidroponik buatannya persis di samping rumah, Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Sabtu (28/3/2026) sore. 

“Kondisi ini menunjukkan ada kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan dan kemampuan produksi. Hal itu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk terus mengembangkan sektor pertanian di Kepri,” ungkap suami Dwiana Nenny tersebut.

Cabai dan sayur-sayuran nyaris menjadi komoditas tetap yang turut menyumbang inflasi di provinsi dengan 96 persen wilayah laut ini.

Dari pemantauan Badan Pusat Statistik Kepri, Provinsi Kepri mengalami inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 3,47 persen pada Desember 2025. Angka ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 111,08.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m Desember 2025 adalah, cabai rawit, angkutan udara, daging ayam ras, emas perhiasan, cabai merah, bayam, kangkung dan buncis, bawang merah, telur ayam ras, beras serta bensin.

Hingga Februari 2026, cabai dan sayur-sayuran masih tetap menjadi komoditas penyumbang inflasi di Provinsi Kepri.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijarto sempat menegaskan, hingga bulan kedua tahun 2026, komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, angkutan udara dan beras, disusul cabai merah, bensin, bayam, bawang merah serta bawang putih.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto saat ditemui usai ceremony Gebyar Melayu Pesisir 2025, Kamis (21/8/2025).
KEPALA BI KEPRI - Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto saat ditemui usai ceremony Gebyar Melayu Pesisir 2025, Kamis (21/8/2025). (Tribun Batam)

"Kenaikan harga komoditas pangan seperti beras dan cabai merah didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat dalam periode Hari Besar Keagamaan di bulan Februari, yakni momen Ramadan," sebut Kepala Kantor BI Kepri pada Selasa (3/3/2026).

Lantas bagaimana dengan Arison, petani kebun hidroponik yang sudah merintis upaya penguatan ketahanan pangan lokal dengan menanam selada, seledri dan sawi?

Kepada TRIBUNBATAM.id, pria itu mengaku belum coba menanam sayur-sayuran yang lain.

Namun, dia memastikan akan menanam cabai dan kangkung di kebun hidroponik miliknya di waktu yang akan datang.

“Kawan-kawan saya sesama petani hidroponik sudah mulai menanam kangkung dan cabai. Saya mungkin akan mencobanya di kemudian hari,” tandas Ketua Komisi Informasi Publik Provinsi Kepri itu. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved