Kamis, 7 Mei 2026

Asa Arison di Balik Kebun Hidroponik Samping Rumah

Arison memulai kebun buatan yang bernama hidroponik itu pada 2023 silam. Kala itu dia hendak memasuki masa pensiun dari pengabdiannya di KPU

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Beres Lumbantobing
PETANI HIDROPONIK – Seorang petani hidroponik, Arison sedang memisahkan bibit-bibit selada dari persemaian ke instalasi peremajaan di kebun hidroponik buatannya persis di samping rumah, Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Sabtu (28/3/2026) sore. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Pada awal senja di akhir pekan, Arison tersenyum tipis di pekarangan rumah. Pria berusia kepala lima itu berdiri semringah di tengah hamparan kebun hidroponik, persis di samping kediamannya.

Dia enggan bergeser barang sejengkal pun dari kebun buatannya di Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (28/3/2026) sore itu.

Kedua tangannya sibuk memisahkan satu demi satu bibit selada. Dengan hati-hati, dia kemudian memindahkan bibit-bibit itu dari persemaian ke instalasi peremajaan.

"Beginilah aktivitas saya di kebanyakan petang," celetuk Arison.

Sesekali senyumnya merekah. Harapannya tidak lekang di atas hamparan sayur-sayuran hijau yang mencuat segar di atas lubang-lubang pipa paralon. Semua hasil panen ini seakan menyiratkan pesan, asa tetap berjalan meskipun usia sang petani tidak muda lagi.

Kebun Hidroponik milik Arison di Toapaya Asri Bintan Kepri
KEBUN HIDROPONIK - Kebun Hidroponik milik Arison di Toapaya Asri Bintan Kepri (Tribun Batam)

Ya, Arison memulai kebun buatan yang bernama hidroponik itu pada 2023 silam. Kala itu dia hendak memasuki masa pensiun dari pengabdiannya di Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) Provinsi Kepri.

Pikirannya sempat berkecamuk. Apa yang mesti dilakukan di usia seperti ini, ketika peluang kerja seolah mulai  'dirampas' oleh generasi muda.

"Nah, di situ muncullah ide untuk buat kebun hidroponik, " ujar mantan Ketua KPU Provinsi Kepri ini.

Baginya, ide tersebut cukup realistis. Hidroponik itu mudah dan murah meriah. Ia juga banyak mendatangkan manfaat di tengah kelangkaan komoditas sayur-sayuran sebagai penyumbang inflasi.

Bermodalkan pekarangan rumah seluas 300 meter persegi, ide kebun hidroponik itu dia wujudkan. Dia kemudian melengkapi beberapa peralatan lain semisal pipa-pipa paralon mulai dari 0,5 inci hingga 2,5 inci.

Dia lalu melubangi pipa-pipa tersebut dengan ukuran dan jarak yang presisi. Bibit-bibit selada, seledri dan sawi itu lantas disemaikan ke dalam lubang-lubang itu. Sirkulasi air dalam proses penyiramannya pun diatur sedemikian rupa dengan bantuan mesin pompa.

"Saya juga butuh baja ringan dan plastik UV untuk atap kebun hidroponik ini," terang Arison.

Dari peralatan yang murah meriah ini, secara rutin Arison bisa menghasilkan uang setiap bulan. Jumlahnya tergolong lumayan besar untuk sekadar membiayai air, listrik dan jajan anak-anak selain mengurangi belanja dapur rumah tangga.

Sebulan Arison bisa meraup Rp 2 – 3 juta dari kebun hidroponik buatannya. Jumlah tersebut akan semakin meningkat jika volume produksinya kian bertambah.

Arison sekeluarga menghabiskan 5 persen dari hasil produksi kebun buatannya untuk kebutuhan keluarga selama sebulan. Selebihnya 95 persen dijual ke para pengepul di sejumlah wilayah Kabupaten Bintan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved