Kamis, 30 April 2026

DISKOMINFO NATUNA

Pemkab Natuna Ingatkan Bahaya Bullying, UPTD PPA Dorong Peran Orang Tua dan Sekolah

Pemerintah Kabupaten Natuna menaruh perhatian serius terhadap persoalan perundungan atau bullying pada anak usia sekolah.

Tayang:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Birri Fikruddin/TribunBatam.id/Birri Fikrudin
BAHAYA BULLYING - Suasana hari pertama masuk sekolah di Natuna beberapa waktu lalu. Pemkab Natuna lewat UPTD PPA ingatkan bahaya bullying bagi anak sekolah. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menaruh perhatian serius terhadap persoalan perundungan atau bullying, khususnya yang terjadi pada anak usia sekolah.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Natuna, Melda Irawati.

Ia menegaskan, bullying tidak boleh dianggap sepele karena berdampak besar terhadap perkembangan mental dan psikologis anak.

“Jika tidak ditangani dengan serius, bullying bisa menimbulkan dampak jangka panjang bagi anak, terutama pada usia sekolah,” ujar Melda kepada Tribunbatam.id, Rabu (24/12/2025).

Melda mengungkap, sepanjang tahun 2025 pihaknya hanya menerima satu laporan kasus bullying yang langsung ditangani oleh UPTD PPA Natuna.

Namun, ia menilai jumlah tersebut belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Yang melapor memang hanya satu kasus, tapi bukan berarti bullying tidak terjadi. Bisa saja kasus-kasus lain masih marak di sekolah, hanya saja tidak dilaporkan,” katanya.

Sebagai langkah penanganan, UPTD PPA Natuna memberikan pendampingan psikologis kepada korban perundungan.

Pendampingan tersebut bertujuan untuk memulihkan kondisi mental korban agar kembali percaya diri, dan bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kita lakukan terapi psikologis supaya korban bisa kembali normal, semangat, dan tidak mengalami trauma berkepanjangan,” ujar Melda.

Ia menambahkan, kasus bullying umumnya terjadi di lingkungan sekolah.

Oleh karena itu, setelah menerima aduan, pihaknya juga melakukan sosialisasi stop bullying secara masif kepada siswa dan siswi.

“Sosialisasi tidak hanya dilakukan di sekolah yang ada laporannya, tetapi juga kami lakukan bertahap ke sekolah-sekolah lain, baik melalui program kami maupun atas permintaan pihak sekolah,” katanya.

Lebih lanjut, Melda menjelaskan dampak bullying terhadap anak sangat luas. Mulai dari trauma, gangguan psikologis, menurunnya semangat belajar, hingga membuat anak menjadi minder dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Tak hanya di sekolah, ia menegaskan bullying juga dapat terjadi di lingkungan terdekat, termasuk di dalam keluarga.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved