DISKOMINFO NATUNA
Pemkab Natuna Ingatkan Bahaya Bullying, UPTD PPA Dorong Peran Orang Tua dan Sekolah
Pemerintah Kabupaten Natuna menaruh perhatian serius terhadap persoalan perundungan atau bullying pada anak usia sekolah.
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menaruh perhatian serius terhadap persoalan perundungan atau bullying, khususnya yang terjadi pada anak usia sekolah.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Natuna, Melda Irawati.
Ia menegaskan, bullying tidak boleh dianggap sepele karena berdampak besar terhadap perkembangan mental dan psikologis anak.
“Jika tidak ditangani dengan serius, bullying bisa menimbulkan dampak jangka panjang bagi anak, terutama pada usia sekolah,” ujar Melda kepada Tribunbatam.id, Rabu (24/12/2025).
Melda mengungkap, sepanjang tahun 2025 pihaknya hanya menerima satu laporan kasus bullying yang langsung ditangani oleh UPTD PPA Natuna.
Namun, ia menilai jumlah tersebut belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Yang melapor memang hanya satu kasus, tapi bukan berarti bullying tidak terjadi. Bisa saja kasus-kasus lain masih marak di sekolah, hanya saja tidak dilaporkan,” katanya.
Sebagai langkah penanganan, UPTD PPA Natuna memberikan pendampingan psikologis kepada korban perundungan.
Pendampingan tersebut bertujuan untuk memulihkan kondisi mental korban agar kembali percaya diri, dan bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.
“Kita lakukan terapi psikologis supaya korban bisa kembali normal, semangat, dan tidak mengalami trauma berkepanjangan,” ujar Melda.
Ia menambahkan, kasus bullying umumnya terjadi di lingkungan sekolah.
Oleh karena itu, setelah menerima aduan, pihaknya juga melakukan sosialisasi stop bullying secara masif kepada siswa dan siswi.
“Sosialisasi tidak hanya dilakukan di sekolah yang ada laporannya, tetapi juga kami lakukan bertahap ke sekolah-sekolah lain, baik melalui program kami maupun atas permintaan pihak sekolah,” katanya.
Lebih lanjut, Melda menjelaskan dampak bullying terhadap anak sangat luas. Mulai dari trauma, gangguan psikologis, menurunnya semangat belajar, hingga membuat anak menjadi minder dan menarik diri dari lingkungan sosial.
Tak hanya di sekolah, ia menegaskan bullying juga dapat terjadi di lingkungan terdekat, termasuk di dalam keluarga.
| Gedung Permanen Sekolah Rakyat di Natuna Akan Dibangun Maret 2026 di Lahan Seluas 11,38 Ha |
|
|---|
| Musorkab Jadi Titik Awal KONI Natuna, Wabup Jarmin Dorong Lompatan Prestasi Olahraga 2026-2030 |
|
|---|
| Libatkan BPKP, Pemkab Natuna Kawal Program Sekolah Rakyat 2026 Agar Tepat Sasaran |
|
|---|
| Bupati Cen Paparkan Arah Pembangunan di Musrenbang Natuna 2026, Target Tekan Kemiskinan |
|
|---|
| Soroti Kedisiplinan ASN, Pemkab Natuna Akan Terapkan Absensi Wajah Gantikan Fingerprint |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/BAHAYA-BULLYING-NATUNA.jpg)