PARKIR DI KARIMUN
Tukang Parkir Sudah 14 Tahun di Taman Bunga Karimun Pasrah Pemerintah dan PT MPK Bakal Ambil Alih
Hendri, tukang parkir di Taman Bunga Karimun yang sudah 14 tahun bekerja di sana pasrah dengan rencana pemerintah menggandeng PT MPK mengelola parkir.
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Hendri, tukang parkir yang sudah 14 tahun menjaga kendaraan bermotor di Pelabuhan Taman Bunga, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pasrah dengan rencana pemerintah dan pihak ketiga mengelola parkir di sana.
Meski bakal terdampak dengan rencana pengelolaan parkir Pelabuhan Taman Bunga antara Dishub Karimun dengan PT Malik Parking Kepri (MPK), ia mengaku akan mengikuti kebijakan pemerintah daerah.
"Kami ikut aturan pemerintah aja ikut alur saja," ucapnya, Rabu (24/12/2025).
Hendri memungut tarif harga inap kendaraan roda dua sebesar Rp5.000 per unit.
Sementara untuk kendaraan roda empat Rp10.000 per unitnya.
"Kalau sebentar paling seribu Rupiah saja," jelasnya.
Baca juga: Pengelolaan Parkir Pelabuhan Taman Bunga, DPRD Karimun Baru Tahu Isi Perjanjian Dishub dan PT MPK
Ia juga mengatakan bahwa menjadi tukang parkir harus mempunyai jiwa yang ikhlas dan selalu bersabar.
Hendri menceritakan pengalamannya beberapa hari lalu ketika ada emak-emak yang memarkirkan motornya lebih dari satu hari.
Ketika tiba di Pelabuhan Taman Bunga, ia mengaku tidak memiliki uang lagi.
"Ya sudah tidak apa-apa. Kami tak ada memaksa," sebutnya.
Hendri jumlah kendaraan yang parkir di area Taman Bunga Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun mengalami peningkatan dari hari bisanya.
Hal ini terjadi karena sudah bertepatan dengan hari libur bagi anak sekolah serta penyambutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Di sisi lain salah satu bapak bapak yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan dengan adanya rencana penataan lahan parkir di Taman Bunga banyak pihak yang tidak setuju.
"Karena itu tidak ditemukan kesepakatan antara satu pihak dengan pihak yang lain harusnya kan jangan ada yang dirugikan," kata Bapak tersebut pada Rabu (24/12/2025).
Ia meminta agar permasalahan dan perencanaan pembangunan lahan parkir tidak transparan.
"Cari lah tokoh-tokoh yang sudah berada di pelabuhan di parkir dimana-mana panggil rapat bersama sama. Minta saran minta pendapat dari orang orang tersebut. Jangan karena melihat ramai yang parkir jadi mau bangun parkiran yang ada nanti orang lari," tegas pria itu. (TribunBatam.id/Fairoz Zamani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Parkir-kendaraan-di-taman-bunga-tg-balai.jpg)