Selasa, 28 April 2026

Pria di Karimun Tewas

Warga Meral Karimun Geger, Pria 44 Tahun Ditemukan Tewas Tak Wajar di Dapur Rumah

J, seorang pria warga Sungai Pasir Karimun nekat mengakhiri hidup di kediamannya setelah makan malam bersama anak dan istri, Senin (30/3) malam

|
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Dewi Haryati
Fairoz Zamani/TribunBatam.id
DIBAWA PULANG - Jasad J, pria di Karimun yang ditemukan tewas tak wajar di dapur rumahnya, dibawa pulang ke rumah duka setelah dilakukan visum di RSUD M Sani pada Senin (30/3/2026) malam 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Warga Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) digegerkan penemuan seorang laki laki berinisial J (44), meninggal tak wajar di rumahnya, pada Senin (30/3/2026) malam. 

Korban ditemukan mengenakan kaos singlet putih dan celana hitam di bagian dapur rumahnya. 

Kapolsek Meral, AKP Adi Chandra, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, korban pertama kali ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 19.55 WIB.

“Korban ditemukan di bagian dapur tergantung, dan tim langsung melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan proses evakuasi,” ujar Adi, saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026) pagi.

Kronologi peristiwa dari pihak kepolisian, korban sempat makan malam bersama anak dan istrinya sekitar pukul 18.15 WIB. Setelahnya, korban dan istrinya masuk ke dalam kamar membahas masalah rumah tangga mereka. 

Kemudian pada pukul 19.20 WIB, korban sempat mengemas pakaian dan berencana pulang ke rumah orang tuanya di kawasan Pamak, Kecamatan Tebing.

Tidak lama setelah itu, anak korban yang keluar dari kamar menuju dapur, tiba-tiba berlari keluar rumah. Melihat hal itu, sang istri kemudian menuju dapur dan mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung.

Warga sekitar yang mendapat informasi segera mendatangi lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. 

Petugas Polsek Meral bersama tim Inafis Polres Karimun tiba di lokasi sekitar pukul 20.40 WIB untuk melakukan olah TKP.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani untuk dilakukan visum, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Hasil visum menunjukan adanya tanda-tanda khas gantung diri dan tidak ditemukan tanda kekerasan lain pada tubuh korban. 

“Tanda-tanda seperti bintik pendarahan pada mata dan wajah, kebiruan pada bibir dan kuku serta ada bekas jeratan di leher,” katanya. 

Ia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan keluarga korban terkait proses pemakaman.

“Kasus ini masih dalam penanganan dan kami juga terus menggali keterangan dari para saksi,” tutur Adi. 

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, di antaranya seutas tali, ember cat, serta pakaian yang dikenakan korban.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved