Jumat, 24 April 2026

Komisi X DPR RI Kunker ke Karimun, Soroti Potret Pendidikan di Bumi Berazam

Kunjungan kerja anggota komisi 10 DPR RI ke Kabupaten Karimun membahas tentang pendidikan yang terjadi di Kabupaten Karimun

Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Septyan Mulia Rohman
Dokumentasi Diskominfo Karimun
KUNKER KOMISI X DPR RI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun menyambut kedatangan anggota Komisi X DPR RI di rumah dinas dalam agenda reses pada Rabu (23/4/2026). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun menerima kunjungan kerja reses dari Komisi X DPR RI.

Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung kondisi pendidikan serta menyerap aspirasi daerah, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Karimun, Selasa (22/4/2026). 

Dalam kujungan tersebut Bupati Karimun, H. Ing Iskandarsyah mengadakan pertemuan di rumah dinas Bupati Karimun.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Karimun H.Ing Iskandarsyah memaparkan tantangan geografis Karimun yang terdiri dari 251 pulau, dengan 57 pulau berpenghuni.

Kondisi ini menjadi kendala utama dalam pemerataan akses dan kualitas pendidikan.

“Salah satu isu krusial adalah peralihan status sekolah swasta menjadi negeri. Kami sangat mendukung kebijakan ini karena dapat meringankan beban masyarakat, tetapi prosesnya memerlukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat,” ujar H. Ing Iskandarsyah. 

H. Ing Iskandarsyah juga menambahkan keterbatasan infrastruktur pendidikan di wilayah kepulauan masih terdapat sekolah yang menerapkan sistem tiga shift akibat kekurangan ruang kelas, yang berdampak pada efektivitas pembelajaran.

“Kami juga berharap adanya dukungan penambahan ruang kelas baru agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Sementara itu Ketua tim kunjungan kerja reses komisi 10 DPR RI, MY Esti Wijayati mengatakan Kabupaten Karimun memiliki geografis yang menarik karena secara geografis sangat dekat dengan negara tetangga serta memiliki ratusan pulau pulau kecil. 

“Karena tadi dari 251 pulau diantaranya 57 yang berpenghuni tentunya program kegiatan harus berjalan disana termasuk sektor pendidikan,” ujar Esti Wijayati. 

Esti Wijayati mengatakan secara data yang terlihat pendidikan diwilayah Kabupaten Karimun sudah diatas rata-rata nasional.

Namun untuk wilayah pulau pulau juga harus mendapatkan perhatian terhadap kondisi pedidikan. 

“Kalau ada kendala yang seperti yang disampaikan ada sekolah yang masih menggunakan shif tentu ini menjadi problem, dan hal ini menjadi salah satu perhatian kami untuk segera ada tindak lanjut, dan kita berusaha bagaimana pendidikan di Kabupaten Karimun bisa berkembang," jelasnya. 

Terkait kualitas akademik, Pemkab Karimun mengakui masih adanya tantangan pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMA.

Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik serta sarana pendukung pembelajaran. (TribunBatam.id/Fairoz Zamani) 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved