DPR RI
Komisi X DPR RI Soroti Sekolah 3 Shift di SD Karimun Kepri: Ini Tidak Bagus Bagi Pendidikan Kita
Dalam Kunjungan Anggota Komisi X DPR RI disalah satu sekolah dasar di Karimun menyoroti sistem sekolah tiga shit, pagi siang dan sore
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Mairi Nandarson
Ringkasan Berita:
- Komisi X DPR RI menyorotan keterbatasan ruang kelas di sekolah dasar di Karimun, Kepri, dalam kunjungan kerjanya di Bumi Berazam itu, Kamis (23/4/2026)
- Anggota Komisi X DPR RI, Maria Yohana Esti Wijayati, mengatakan kondisi sekolah dengan tiga shift itu jelas tidak ideal untuk sistem pendidikan
- MY Esti Wijayati menambahkan dengan sistem tiga shift akan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran anak-anak disekolah
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Komisi X DPR RI menyorotan keterbatasan ruang kelas di sekolah dasar di Karimun, Kepri, dalam kunjungan kerjanya di Bumi Berazam itu, Kamis (23/4/2026).
Anggota Komisi X DPR RI kaget saat kunjungan ke Sekolah Dasar (SD) Negeri 004 Tebing, Kabupaten Karimun, mendapati kondisi yang memperihatinkan dimana sekolah hanya ada enam kelas untuk 18 rombongan belajar (rombel).
Akibatnya, kegiatan belajar harus dibagi dalam tiga shift, pagi, siang dan sore.
Kunjungan kerja Anggota DPRD RI ke SSD Negeri 004 Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada Kamis (23/4/2026) itu didampingi Bupati Karimun, H. Ing Iskandarsyah.
Anggota Komisi X DPR RI, Maria Yohana Esti Wijayati, mengatakan kondisi sekolah dengan tiga shift itu jelas tidak ideal untuk sistem pendidikan.
Menurut politi PDI Perjuangan asal Yogyakarta itu, situasi ini tidak sesuai antara ruangan dan rombongan belajar (rombel).
“Lokalnya hanya enam, tapi rombelnya ada 18, sehingga harus tiga shift."
"Yang perlu kita lihat adalah apakah ini karena penambahan rombel setiap tahun atau karena tidak ada sekolah lain,” kata Esti Wijayati di sela-sela kunjungannya di Karimun, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi ini bukan disebabkan menurunnya minat masyarakat terhadap sekolah, melainkan karena keterbatasan daya tampung.
“Sekolah negeri ada, sekolah swasta ada, dan semuanya tidak ada yang berkurang muridnya, kemungkinan kita perlu menambah sekolah agar tidak sampai tiga shift dalam satu sekolah,” jelasnya.
MY Esti Wijayati menambahkan dengan sistem tiga shift akan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran anak-anak disekolah.
“Kalau sampai tiga shift, anak-anak ada yang berangkat siang sampai sore. Ini tidak bagus untuk dunia pendidikan kita,” katanya
Komisi X DPR RI pun mendorong adanya penambahan ruang kelas baru maupun pembangunan unit sekolah baru guna mengatasi persoalan tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau.
( tribunbatam.id/fairozzamani )
| Warga Limbung di Lingga Keluhkan Pembayaran Lahan Sawit PT CSA Belum Tuntas |
|
|---|
| Massa Driver Online Batam Kecewa Tak Bisa Bertemu Gubernur Kepri Saat Aksi Damai di Dompak |
|
|---|
| Breaking News, Mayat Pria di Karimun Buat Geger Warga Tebing, Keluarga Sedang di Malaysia |
|
|---|
| Pemkab Lingga Gandeng PT Kebula Raya Bestari Kembangkan Kawasan Rumput Laut |
|
|---|
| Demo Driver Online Batam Depan Kantor Gubernur Kepri, Massa Minta Tindak Tegas Aplikator Nakal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kunjungan-kerja-komisi-10-DPR-RI-ke-Karimun.jpg)