Minggu, 3 Mei 2026

BERITA POPULER BATAM

Daftar 7 Berita Populer Pilihan Hari Ini, Penemuan Mayat di Piala Laut Batam, Sempat Dikira Boneka

Daftar 7 Berita Populer PilihanTribun Batam Hari Ini Jumat 12 September, Penemuan Mayat di Piala Laut Batam, Sempat Dikira Boneka

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
Istimewa untuk Tribun Batam
Perangkat rt 1, dan 2, beserta imam masjid saat evakuas mayat wanita di Piayu Laut, Rabu (10/9/2025) sore. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penemuan mayat di Batam bikin geger warga Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Mayat wanita itu ditemukan mengapung dengan kondisi telungkup di perairan RT 02/RW 10 Piayu Laut, Rabu (10/9/2025) sore.

Dari keterangan yang dihimpun Tribun Batam, jasad wanita itu tersangkut di jaring ikan atau kelong warga.

Di Bintan, kasus penganiayaan terhadap Lelo Polisa Lubis yang sempat viral di medsos masih bergulir.

Terbaru, penyidik Unit Reskrim Polsek Bintan Timur menetapkan seorang pria berinisial Tr sebagai tersangka.

Dua informasi itu adalah di antara berita populer pilihan Tribun Batam hari ini yang mungkin terlewatkan bagi Anda untuk membacanya, berikut informasinya:

Kasus Penganiayaan di Bintan Korbannya Aktivis Lingkungan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

PENGANIAYAAN DI BINTAN VIRAL  - Kapolsek Bintan Timur, AKP Khapandi dan Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun memberikan penjelasan terkait kasus penganiayaan di Bintan yang sempat viral di medsos, Selasa (8/9/2025). Polisi telah menetapkan seorang tersangka berinisial Tr (37).
PENGANIAYAAN DI BINTAN VIRAL  - Kapolsek Bintan Timur, AKP Khapandi dan Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun memberikan penjelasan terkait kasus penganiayaan di Bintan yang sempat viral di medsos, Selasa (8/9/2025). Polisi telah menetapkan seorang tersangka berinisial Tr (37).(TribunBatam.id/ Ronnye Lodo Laleng)

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Kasus penganiayaan di Bintan terhadap Lelo Polisa Lubis yang sempat viral di medsos masih bergulir.

Terbaru, penyidik Unit Reskrim Polsek Bintan Timur menetapkan seorang pria berinisial Tr sebagai tersangka. 

Laki-laki 37 tahun itu terbukti telah memukul korban hingga Lelo mengalami luka lebam di pipi dan mata.

Korban penganiayaan di Bintan itu juga sempat mengeluhkan nyeri pada bagian kepala yang memicu gangguan penglihatan sementara.

Kapolres Bintan, AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.SI melalui Kapolsek Bintan Timur, AKP Khapandi menjelaskan, kasus ini bermula saat korban berada di depan jalan masuk PT. Ganda Sari Shipyard Bintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri pada Rabu (2/7/2025) lalu.

Baca Selengkapnya

Wanita Asal Langkat Ditemukan Tewas di Perairan Batam, Identitas Terungkap dari Sidik Jari

PENEMUAN MAYAT - Penemuan mayat perempuan di kelong milik warga kawasan Piayu Laut, Sei Beduk, Kota Batam, Rabu (10/9/2025). Dari pengecekan sidik jari, korban diketahui bernama Siti Patimah (19), kelahiran Langkat, Sumatra Utara.
PENEMUAN MAYAT - Penemuan mayat perempuan di kelong milik warga kawasan Piayu Laut, Sei Beduk, Kota Batam, Rabu (10/9/2025). Dari pengecekan sidik jari, korban diketahui bernama Siti Patimah (19), kelahiran Langkat, Sumatra Utara.(Istimewa)

 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Siti Patimah (19), seorang wanita asal Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara, ditemukan tak bernyawa di perairan Batam, Kepri, Rabu (10/9/2025) sore.

Mayat wanita muda itu ditemukan warga mengapung dengan posisi telungkup di perairan RT 02/RW 10 Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk, Batam, sekira pukul 16.00 WIB.

Penemuan mayat ini pun buat geger warga setempat.

Kala itu kondisi air laut sedang surut. Mayat wanita itu tersangkut di jaring ikan atau kelong warga setempat.

Kondisi mayat masih utuh. Saat ditemukan, korban mengenakan celana abu-abu, baju hitam lengan panjang, dan jilbab abu-abu, serta sepatu hitam.


Baca Selengkapnya

Kejari Lingga Jebloskan Tersangka Korupsi Jembatan Marok Kecil ke Lapas, Dy Sempat Mengeluh Sakit

 

KORUPSI DI LINGGA - Tangkap layar live Facebook wartawan TribunBatam.id, Febriyuanda. Tampak Dy, tersangka korupsi proyek Jembatan Marok Kecil menuruni tangga di Kantor Kejari Lingga, Kamis (11/9/2025). Ia dibawa ke Lapas Dabo Singkep selama 20 hari kedepan. Tersangka sebelumnya mengeluhkan sakit saat penetapan tersangkanya pada Senin (8/9).
KORUPSI DI LINGGA - Tangkap layar live Facebook wartawan TribunBatam.id, Febriyuanda. Tampak Dy, tersangka korupsi proyek Jembatan Marok Kecil menuruni tangga di Kantor Kejari Lingga, Kamis (11/9/2025). Ia dibawa ke Lapas Dabo Singkep selama 20 hari kedepan. Tersangka sebelumnya mengeluhkan sakit saat penetapan tersangkanya pada Senin (8/9).(TribunBatam.id/Febriyuanda)

 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Dy, tersangka korupsi di Lingga pada proyek Jembatan Marok Kecil dijebloskan ke Lapas Dabo Singkep, Kamis (11/9/2025).

Penyidik Kejari Lingga menetapkan tersangka korupsi proyek Jembatan Marok Kecil itu sejak Senin (8/9).

Selain Dy, terdapat bersama Yr selaku Direktur PT BS dalam korupsi di Lingga ini.

Dy merupakan pelaksana lapangan proyek Jembatan Marok Kecil.

Sementara Yr merupakan konsultan pengawas.


Baca Selengkapnya

4 Fakta Penemuan Mayat Wanita di Piayu Laut Batam, Warga Sempat Kira Boneka

 

PENEMUAN MAYAT DI BATAM - Penemuan mayat di kelong milik warga kawasan Piayu Laut, Sei Beduk, Kota Batam, Kamis (10/9/2025). Tribun Batam merangkum sejumlah fakta terkait penemuan mayat wanita di Batam itu.
PENEMUAN MAYAT DI BATAM - Penemuan mayat di kelong milik warga kawasan Piayu Laut, Sei Beduk, Kota Batam, Kamis (10/9/2025). Tribun Batam merangkum sejumlah fakta terkait penemuan mayat wanita di Batam itu.(TribunBatam.id/Istimewa)

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penemuan mayat di Batam bikin geger warga Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Mayat wanita itu ditemukan mengapung dengan kondisi telungkup di perairan RT 02/RW 10 Piayu Laut, Rabu (10/9/2025) sore.

Dari keterangan yang dihimpun Tribun Batam, jasad wanita itu tersangkut di jaring ikan atau kelong warga.

Berikut 4 Fakta Terkait Penemuan Mayat Wanita di Batam

Identitas Mayat Wanita di Batam

Mayat wanita di Batam yang ditemukan mengapung di perairan Piayu Laut bernama Siti Patimah (19).

Ia kelahiran Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). 


Baca Selengkapnya

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Rp22,7 Miliar, Dari Pasir Timah Hingga Narkoba

 

Konferensi pers hasil penindakan kinerja dan pengawasan Bea Cukai Batam Agustus September 2025, Kamis (11/8/2025)
Konferensi pers hasil penindakan kinerja dan pengawasan Bea Cukai Batam Agustus September 2025, Kamis (11/8/2025)(Ucik Suwaibah/Tribun Batam)

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Aksi penyelundupan bernilai fantastis kembali digagalkan Bea Cukai Batam. Dalam kurun 38 hari, total barang selundupan senilai Rp22,7 miliar berhasil diamankan, mulai dari narkoba, pasir timah, rotan, hingga rokok dan minuman beralkohol ilegal.

Sebanyak sembilan tersangka dari berbagai kasus dihadirkan dalam konferensi pers, Kamis (11/9/2025).

Di hadapan awak media, deretan barang bukti juga ditampilkan sebagai bukti nyata keseriusan petugas menggulung jaringan penyelundupan lintas jalur.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Batam, Muhtadi, mengungkapkan hasil itu merupakan bagian dari kinerja Satuan Tugas Pemberantasan Penyelundupan dan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal.

“Sejak 1 Agustus hingga 7 September 2025, kami mencatat 174 penindakan, menerbitkan 77 Nota Hasil Intelijen, serta menyidik dua kasus tindak pidana kepabeanan dan cukai,” jelasnya.


Baca Selengkapnya

Kelakuan Aneh Remaja di Tanjungpinang Bikin Geram Warga, Berfoto Ditengah Jalan Saat Tengah Malam

 

VIRAL DI TANJUNGPINANG  - Sejumlah remaja sedang berpose sembari tidur dan berdiri di tengah jalan, simpang Melayu Kota Piring, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).
VIRAL DI TANJUNGPINANG  - Sejumlah remaja sedang berpose sembari tidur dan berdiri di tengah jalan, simpang Melayu Kota Piring, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).(Dok warga Tanjungpinang untuk Tribun Batam)

 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG – Aksi nekat sejumlah remaja di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) membuat resah warga dan pengendara. Mereka kedapatan berfoto sambil tidur hingga duduk di tengah jalan raya pada dini hari.

Foto-foto berbahaya itu kini tersebar di media sosial dan viral. Alih-alih keren, tren tersebut justru dianggap membahayakan diri sendiri dan mengganggu lalu lintas.

“Kadang saya terganggu, apalagi kalau mau ke pasar dini hari harus hati-hati. Takut ada remaja itu tiba-tiba nongol di persimpangan,” keluh Aa, warga Tanjungpinang, Kamis (11/9/2025).

Menurut warga, para remaja itu biasanya nongkrong di simpang Melayu, Kota Piring, hingga beberapa titik lain seperti Jalan Basuki Rahmat dan Jalan WR Supratman. Mereka berkumpul antara pukul 01.00 hingga 04.00 WIB.

Jumlahnya tak banyak, hanya sekitar lima hingga sepuluh orang. Aktivitas mereka pun lebih banyak berfoto dengan berbagai gaya, termasuk duduk di atas pembatas jalan (barrier).


Baca Selengkapnya

Honorer Pemko Batam Diduga Dianiaya Istri Polisi, Kasusnya Kini Diproses Polsek Batam Kota

 

PENGANIAYAAN DI BATAM VIRAL - Tangkap layar oknum istri polisi aniaya honorer Pemko Batam dekat Alun-alun Engku Putri, Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (10/9/2025). Tribun Batam merangkum 6 fakta terkait penganiayaan di Batam yang sempat viral di medsos.
PENGANIAYAAN DI BATAM VIRAL - Tangkap layar oknum istri polisi aniaya honorer Pemko Batam dekat Alun-alun Engku Putri, Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (10/9/2025). Tribun Batam merangkum 6 fakta terkait penganiayaan di Batam yang sempat viral di medsos.(TribunBatam.id/Istimewa)

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Seorang honorer Pemko Batam berinisial KP (24) melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya di kawasan Alun-alun Engku Putri, Batam, pada Rabu (10/9/2025).

Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan kasus sedang dalam proses penyelidikan. Korban pun sudah menjalani visum.

“Laporannya sudah masuk dan sedang berproses. Korban sudah berobat dan diantar visum. Luka yang terlihat sekilas hanya berupa cakaran ringan di tangan,” ujar Kompol Agung, Kamis (11/9/2025).

Polsek Batam Kota juga telah melayangkan panggilan terhadap kedua belah pihak. Namun, hingga kini keduanya belum memenuhi panggilan polisi.

“Katanya mereka ingin bertemu keluarga dulu. Rencananya akan duduk bareng,” tambahnya.

Baca Selengkapnya

[ tribunbatam.id ]

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved