APBD Batam 2026
APBD Batam 2026: Rincian Lengkap Pendapatan, Belanja, dan Defisit Rp 115,5 Miliar
APBD Batam 2026 resmi disahkan Rp 4,18 triliun. Simak rincian lengkap pendapatan, belanja pegawai, belanja modal, defisit Rp 115,5 miliar
Ringkasan Berita:
- Total Pendapatan: Rp 4.184.416.238.625
- Total Belanja: Rp 4.299.916.238.625
- Defisit: Rp 115.500.000.000
- Sumber Penutup Defisit: SILPA Tahun Sebelumnya
- Perbandingan APBD Batam dengan Kota Lain
BATAM, TRIBUNBATAM.id – APBD Batam 2026 resmi disahkan melalui Perda Nomor 7 Tahun 2025 dengan total pendapatan sebesar Rp 4.184.416.238.625 dan total belanja Rp 4.299.916.238.625.
Dari struktur tersebut, APBD Batam 2026 mengalami defisit Rp 115.500.000.000, yang ditutup melalui pembiayaan daerah dari sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) tahun sebelumnya.
Berikut rincian lengkap struktur APBD Batam 2026.
Pendapatan Daerah Batam 2026
Total pendapatan daerah Kota Batam tahun 2026 mencapai Rp 4.184.416.238.625.
Pendapatan ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Transfer.
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Total PAD Batam 2026 sebesar: Rp 2.581.767.140.625
Rinciannya:
- Pajak Daerah: Rp 2.099.455.340.675
- Retribusi Daerah: Rp 305.198.753.700
- Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp 11.000.000.000
- Lain-lain PAD yang Sah: Rp 166.113.046.250
PAD menjadi kontributor terbesar pendapatan Batam 2026.
2. Pendapatan Transfer dari Pusat
Total Pendapatan Transfer sebesar: Rp 1.602.649.098.000
Terdiri dari:
- Transfer Pemerintah Pusat: Rp 1.292.500.321.000
- Transfer Antar Daerah: Rp 310.148.777.000
Pendapatan transfer ini mendukung keseimbangan fiskal daerah.
Pendapatan dana transfer ini menurun dari tahun sebelumnya.
Belanja Daerah Batam 2026
Total belanja daerah Kota Batam 2026 mencapai: Rp 4.299.916.238.625
Belanja daerah terbagi menjadi belanja operasi, belanja modal, dan belanja tidak terduga.
1. Belanja Operasi
Total belanja operasi sebesar: Rp 3.438.136.739.758 atau sekitar 80 persen dari total belanja
Rinciannya:
- Belanja Pegawai: Rp 1.852.126.521.777
- Belanja Barang dan Jasa: Rp 1.341.993.661.026
- Belanja Subsidi: Rp 5.500.000.000
- Belanja Hibah: Rp 219.316.556.955
- Belanja Bantuan Sosial: Rp 19.200.000.000
Belanja pegawai menjadi komponen terbesar, mencapai sekitar 43 persen dari total belanja APBD 2026.
Belanja pegawai mencakup kompensasi dalam bentuk uang maupun barang kepada aparatur sipil negara, pejabat negara, pensiunan, serta pegawai yang diangkat dalam lingkup pemerintahan daerah.
2. Belanja Modal
Total belanja modal sebesar: Rp 842.534.673.867
Rinciannya:
- Belanja Modal Peralatan dan Mesin: Rp 154.148.803.747
- Belanja Modal Gedung dan Bangunan: Rp 302.646.570.424
- Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi: Rp 357.846.598.801
- Belanja Modal Aset Tetap Lainnya: Rp 27.832.700.895
- Belanja Modal Aset Lainnya: Rp 60.000.000
Belanja modal ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pengadaan aset daerah.
3. Belanja Tidak Terduga
Belanja Tidak Terduga dialokasikan sebesar: Rp 19.244.825.000
Anggaran ini disiapkan untuk kondisi darurat atau kebutuhan mendesak yang tidak diprediksi sebelumnya.
Penggunaan APBD Batam
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengakui, masih banyak usulan Musrenbang yang belum terakomodir.
Penyebabnya adalah keterbatasan dana APBD Batam 2026.
Porsi terbesar dari belanja APBD Batam ada di sektor pendidikan, angkanya mencapai 26 persen.
Bandingkan dengan sektor lainnya.
Di sektor pendidikan, Pemko Batam memberikan dana BOS untuk sekolah swasta.
Daftar SD di Batam yang menerima dana BOS. Siapa terbesar?
Defisit APBD Batam 2026
Dengan total belanja yang lebih besar dibandingkan pendapatan, APBD Batam 2026 mengalami defisit sebesar: Rp 115.500.000.000
Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan penerimaan pembiayaan: Rp 115.500.000.000
Seluruhnya berasal dari:
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Sebelumnya: Rp 115.500.000.000
Dengan skema ini, struktur APBD Batam 2026 tetap seimbang.
Struktur Fiskal APBD Batam 2026
Secara umum, struktur APBD Batam 2026 menunjukkan:
- PAD menjadi tulang punggung pendapatan
- Belanja operasi mendominasi postur anggaran
- Belanja pegawai menjadi komponen terbesar
- Defisit ditutup melalui pembiayaan internal daerah
APBD 2026 menjadi dasar pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik Kota Batam sepanjang tahun anggaran berjalan.
Perbandingan APBD Batam dengan Kota Lain
Bagaimana posisi Batam dibanding beberapa kota besar di Indonesia? Untuk melihat perbandingan lebih detail, simak analisis berikut:
APBD Batam vs Medan 2026 : Fokus Belanja Berbeda
APBD Batam vs Bandung 2026: Rasio PAD Siapa Lebih Unggul?
APBD Batam vs Surabaya 2026: Mampukah Batam Mengejar?
APBD Batam vs Makassar : Siapa Lebih Unggul PAD?
APBD Batam vs Badung 2026 : Beda Sangat Jauh
FAQ APBD Batam 2026
1. Berapa total APBD Batam 2026?
Total pendapatan Rp 4,18 triliun dan total belanja Rp 4,29 triliun.
2. Apakah APBD Batam 2026 mengalami defisit?
Ya. Defisit sebesar Rp 115,5 miliar.
3. Apa sumber pendapatan terbesar Batam 2026?
Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya pajak daerah.
4. Berapa belanja pegawai Batam 2026?
Rp 1,85 triliun atau sekitar 43 persen dari total belanja.
5. Bagaimana defisit ditutup?
Melalui SILPA tahun sebelumnya sebesar Rp 115,5 miliar.
| Realisasi Belanja APBD Batam 2026 Masih Rendah, 57 Persen untuk Belanja Pegawai |
|
|---|
| APBD Batam 2026 Baru Terserap 17 Persen, Harus Genjot Serapan Anggaran |
|
|---|
| APBD Batam 2026 Terpaut Rp 3 Triliun dari Bandung, Rasio PAD Unggul Tipis |
|
|---|
| APBD Batam Rp 4,2 Triliun, Mampukah Kejar Surabaya TembusRp 12 Triliun? |
|
|---|
| APBD Batam 2026 Rp 4,1 Triliun Kalah dari Makassar, Tapi Unggul di PAD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kantor-Pemko-Batam1.jpg)