Kamis, 28 Mei 2026

Batam Terkini

Warga Pulau di Batam Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH dan Bantuan Bulog

Puluhan warga Pulau Bulang Lintang, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mendatangi Polsek Bulang, untuk mengadukan dugaan peny

Tayang:
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Eko Setiawan
Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
WARGA - Belasan warga pulau Bulang Lintang Datangi Polsek Bulang buat laporan agen penyalur program bantuan melalui Brilink, karena mereka tidak pernah menerima kartu untuk mencairkan bantuan, Senin (12/1/2026). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Harapan warga Pulau Bulang Lintang, Kecamatan Bulang, Kota Batam, terhadap bantuan sosial pemerintah berubah menjadi kekecewaan mendalam. Puluhan warga pulau terluar itu mendatangi Polsek Bulang, Senin (12/1/2026), untuk melaporkan dugaan penyelewengan penyaluran bantuan sosial yang mereka alami selama bertahun-tahun.

Warga mengaku namanya tercatat sebagai penerima berbagai program bantuan, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra, hingga beras Bulog. Namun ironisnya, bantuan tersebut tak pernah mereka terima secara utuh.

Sekitar pukul 09.00 WIB, warga tiba di Polsek Bulang dan diterima langsung oleh pihak kepolisian. Mereka meminta aparat turun tangan menyelidiki dugaan ketidaktransparanan agen penyalur bantuan di kelurahan setempat.

Zam Jibar, salah satu warga, mengungkap fakta yang membuat warga terkejut. Ia mengaku baru mengetahui dirinya tercatat sebagai penerima manfaat setelah mengecek langsung ke kantor kecamatan.

“Di data kecamatan kami tercatat sebagai penerima, bahkan uangnya disebut sudah ditarik. Tapi kami tidak pernah pegang kartu PKH atau kartu rekening apa pun,” kata Zam.

Menurut Zam, sejak era wali kota sebelumnya hingga saat ini, kartu PKH warga Pulau Bulang Lintang tidak pernah berada di tangan penerima. Seluruh kartu justru dipegang oleh agen penyalur.

“Kami cuma dikasih uang, itu pun tidak pernah tahu berapa nominal aslinya. Kalau tanya, malah dimarahi,” ujarnya.

Satu Agen Kuasai Seluruh Bantuan

Keluhan serupa disampaikan Siti Aisyah, penerima bantuan pangan Bulog. Ia menilai sistem penyaluran bantuan di wilayahnya sangat tertutup dan tidak adil.

“Di kampung kami cuma satu agen yang mengelola semua bantuan pemerintah. Tapi banyak bantuan tidak sampai ke warga,” katanya.

Aisyah menyebut, pada 2025 bantuan Bulog seharusnya disalurkan dua kali. Namun ia hanya menerima satu kali bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

“Penyaluran kedua tidak kami terima. Alasannya, bantuan sudah tidak ada,” ucapnya.

Padahal, berdasarkan data kelurahan, jumlah penerima bantuan Bulog di Kelurahan Bulang mencapai 305 orang. Namun di lapangan, bantuan hanya dibagikan kepada sekitar 135 warga.

Kekecewaan warga memuncak hingga berujung aksi protes ke kantor kelurahan. Setelah desakan keras, data penerima akhirnya dibuka dan bantuan kembali disalurkan.

“Tapi kami sudah terlanjur kecewa. Bantuan itu hak kami, bukan belas kasihan,” tegas Aisyah.

Minta Polisi Audit Penyaluran Bansos

Warga berharap kepolisian melakukan audit menyeluruh terhadap agen BRILink yang diduga menyalurkan PKH, BPNT, dan BLT Kesra secara tidak transparan.

“Kami minta polisi turun tangan. Kasihan warga pulau yang seharusnya menerima bantuan, tapi haknya tidak sampai,” pungkas Aisyah. (Ian)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved