Senin, 4 Mei 2026

WARGA PULAU DATANGI POLSEK BULANG

Update Penyelidikan Dugaan Penyelewengan Beras Bulog dan PKH di Pulau Bulang Lintang Batam

Polsek Bulang masih mendalami laporan dugaan penyalahgunaan penyaluran bantuan beras Bulog dan Program Keluarga Harapan di Pulau Bulang Lintang Batam

Tayang:
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
DENGARKAN KELUHAN - Kapolsek Bulang Iptu Bobby saat mendengarkan keluhan warga Pulau Bulang Lintang Batam terkait dugaan penyelewengan bantuan sosial (bansos), Senin (12/1/2026) lalu. Polisi beri penjelasan perkembangan terkini 

Ringkasan Berita:
  • Polsek Bulang selidiki dugaan penyelewengan penyaluran bantuan beras Bulog dan Program Keluarga Harapan di Pulau Bulang Lintang Batam
  • Sejumlah saksi telah dipanggil untuk dimintai keterangan, termasuk agen BRILink yang ditunjuk sebagai penyalur bantuan
  • Meski pelapor utama ingin mencabut laporan, polisi tetap melanjutkan pendalaman
  • Sebelumnya warga mengeluhkan penyaluran bantuan yang dinilai tidak transparan dan tidak merata, sehingga menimbulkan dugaan penyalahgunaan


BATAM, TRIBUNBATAM.id
- Polsek Bulang masih mendalami laporan dugaan penyalahgunaan penyaluran bantuan beras Bulog dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Pulau Bulang Lintang, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sejauh ini, penyidik telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan, termasuk agen BRILink yang ditunjuk sebagai penyalur bantuan beras Bulog dan PKH kepada keluarga penerima manfaat.

Kapolsek Bulang, Iptu Bobby, mengatakan proses penyelidikan masih berjalan dan pihaknya terus mengumpulkan data serta keterangan dari berbagai pihak terkait.

“Kami sudah memanggil beberapa saksi, termasuk agen BRILink yang melakukan penyaluran bantuan,” ujar Bobby saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).

Bobby mengatakan, dalam waktu dekat pihak kepolisian juga akan memanggil Dinas Sosial guna mencocokkan data penerima bantuan beras Bulog dan PKH di Pulau Bulang Lintang.

“Kami perlu memastikan siapa saja yang terdata sebagai penerima manfaat, baik untuk beras Bulog maupun PKH. Saat ini data tersebut masih kami kumpulkan,” ujarnya.

Namun demikian, proses pendalaman sempat terkendala lantaran pelapor utama, Zam Jibar, menyatakan keinginannya untuk mencabut laporan yang telah disampaikan ke Polsek Bulang.

“Meski pelapor ingin mencabut laporan, kami tetap melakukan pendalaman berdasarkan keterangan saksi-saksi lain,” tegas Bobby.

Bobby menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polresta Barelang untuk memastikan apakah dalam kasus tersebut terdapat unsur pidana lain, termasuk dugaan korupsi atau penyalahgunaan wewenang.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan warga Pulau Bulang Lintang mendatangi Polsek Bulang pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB untuk melaporkan dugaan penyelewengan bantuan sosial.

Seorang warga, Zam Jibar, mengaku telah lama terdaftar sebagai penerima PKH, BPNT, hingga BLT Kesra. Namun selama ini ia tidak pernah menerima kartu PKH maupun kartu rekening bantuan.

“Kami baru tahu kalau terdaftar sebagai penerima setelah ke kantor camat. Di data kecamatan jelas tertulis bantuan selalu ditarik, tapi kami tidak pernah menerima,” ungkap Zam.

Ia menyebut, sejak beberapa tahun terakhir, kartu PKH justru dipegang oleh agen penyalur, bukan oleh penerima manfaat.

“Kami hanya dikasih uang tanpa tahu jumlah sebenarnya. Kalau bertanya, agennya malah marah,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Siti Aisyah, penerima bantuan pangan Bulog. Ia menilai penyaluran bantuan di wilayahnya tidak transparan dan tidak merata.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved