Sabtu, 25 April 2026

LIMBAH DI BATAM

Fakta Baru Terungkap, Limbah B3 di Perairan Dangas Batam Sudah Menyebar ke Belakang Padang

Dalam RDP terungkap, limbah B3 sludge oil dari kapal kandas di perairan Dangas Sekupang Batam sudah menyebar ke pulau lain termasuk Belakang Padang

|
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati

Ringkasan Berita:
  • Fakta baru dalam kasus pencemaran limbah B3 jenis sludge oil di perairan Dangas, Batam, terungkap dalam RDP Komisi III DPRD Batam pada Rabu (4/2)
  • Limbah sludge oil yang tercecer diperkirakan mencapai 120 ton dan telah menyebar hingga pulau-pulau sekitar, termasuk Belakang Padang
  • Pencemaran terjadi saat proses pengangkutan lanjutan limbah hasil tank cleaning kapal MT Navi Universe yang dimuat ke kapal LCT Mutiara Garlib Samudera

 


BATAM, TRIBUNBATAM.id
- Fakta baru terungkap dalam kasus pencemaran limbah B3 di perairan Pantai Dangas, Tanjungpinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. 

Limbah berbahaya jenis sludge oil yang tercecer mencapai sekitar 120 ton dan kini telah menyebar ke pulau-pulau sekitar hingga wilayah Belakang Padang.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Batam, Rabu (4/2/2026), di Ruang Rapat Komisi III DPRD Batam

Rapat tersebut dihadiri pihak perusahaan, KSOP, DLH Batam, serta perwakilan nelayan dan warga Tanjungpinggir.

Dalam rapat, Rahmat, perwakilan PT Jagar Prima Nusantara, mengungkap kronologi kejadian pencemaran limbah B3 yang terjadi saat proses tank cleaning kapal tanker MT Navi Universe di perairan Nongsa.

Rahmat menjelaskan, PT Jagar Prima Nusantara merupakan pemenang tender pekerjaan tank cleaning limbah slat oil dari kapal tanker tersebut. 

Berdasarkan dokumen awal, total limbah slat oil yang akan ditangani diperkirakan mencapai 200 ton.

“Pelaksanaan pengangkutan limbah sudah dimulai sejak 27 Januari 2026,” kata Rahmat.

Pada pengangkutan tahap pertama, limbah slat oil yang berhasil diangkut dan ditimbang di perusahaan pemanfaat, PT Mega Green Technology, sekitar 80,9 ton. Selain itu, turut diangkut limbah cair berbentuk oil sebanyak sekitar 80 ton.

“Jadi pada pengangkutan pertama, total limbah yang berhasil keluar mencapai sekitar 160 ton,” ujarnya.

Namun, masih terdapat sisa limbah slat oil yang belum sempat diturunkan. 

Selanjutnya pada 29 Januari 2026, dilakukan pengangkutan lanjutan dengan perkiraan sisa limbah sekitar 120 ton. 

Limbah tersebut dimuat ke kapal LCT Mutiara Garlib Samudera untuk dibawa menuju Pelabuhan Bintang 99 di Bintan sebagai lokasi bongkar muat.

Dalam perjalanan, kapal pengangkut mengalami masalah serius.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved