Krisis Air Bersih di Batam
Batam Hadapi Krisis Air, Walikota Rencanakan Salat Istisqa dan Perkuat Distribusi Air
Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan berbagai langkah hadapi krisis air, termasuk rencana pelaksanaan salat istisqa.
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Persediaan air baku di sejumlah waduk Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mengalami penurunan akibat cuaca panas yang berkepanjangan.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan berbagai langkah penanganan, termasuk rencana pelaksanaan shalat istisqa (shalat meminta hujan) serta penguatan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
Wali kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan rencana shalat istisqa merupakan hasil koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), tokoh agama, serta Kementerian Agama.
Kegiatan tersebut diusulkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Maret 2026.
“Usulan pelaksanaan shalat istisqa datang dari Kemenag dan para tokoh agama. Ini menjadi salah satu ikhtiar kita memohon hujan, karena sumber utama air baku Batam sangat bergantung pada curah hujan,” ujar Amsakar Achmad, Rabu (11/2/2026).
Selain langkah spiritual, Pemko Batam juga menyiapkan berbagai upaya teknis untuk mengatasi berkurangnya debit air.
Langkah - langkah yang diambil diantaranya, pembersihan waduk dari eceng gondok, pelebaran dan normalisasi area tampungan air, serta peningkatan kelancaran distribusi air bersih melalui sejumlah program yang dikoordinasikan bersama BP Batam.
"Untuk solusi jangka pendek, pemerintah menambah armada distribusi air bersih menggunakan mobil tangki," kata Amsakar.
Amsakar mengatakan saat ini puluhan armada disiapkan, termasuk kendaraan yang dimodifikasi dengan pemasangan tandon air, guna melayani wilayah yang masuk kategori 'stress area' atau daerah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
“Distribusi air akan terus kita optimalkan, terutama menjelang Ramadan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Walaupun ini masih langkah jangka pendek, kami berupaya memastikan pelayanan air tetap berjalan,” kata Amsakar Achmad.
Amsakar Achmad yang menjabat Kepala Badan Pengusahaan (BP Batam) itu menegaskan, pemerintah juga menyiapkan program jangka panjang berupa peningkatan kapasitas waduk dan perbaikan sistem distribusi agar ketahanan air Kota Batam semakin kuat di masa mendatang.
Ia berharap kombinasi langkah teknis dan ikhtiar spiritual dapat membantu mengatasi krisis air yang sedang dihadapi masyarakat. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)
| Atasi Krisis Air Baku, BP Batam Perlebar Dam dan Bersihkan Eceng Gondok di Muka Kuning |
|
|---|
| BP Batam dan Moya Siapkan 30 Mobil Suplai Air, Layani 28 Wilayah Stres Area Selama Ramadan |
|
|---|
| Batam Masuk Darurat Ketersediaan Air Baku, Ketahanan Waduk Terlama Hanya 5 Bulan |
|
|---|
| Air Sering Mati Bahkan Hingga 1 Minggu, Warga 2 Kelurahan di Tanjung Sengkuang Ngadu ke DPRD Batam |
|
|---|
| Krisis Air, Pengusaha Laundry dan Pencucian Kendaraan di Batam Galau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Amsakar-Achmad-1702-3.jpg)