Jumat, 15 Mei 2026

Krisis Air Bersih di Batam

Batam Hadapi Krisis Air, Walikota Rencanakan Salat Istisqa dan Perkuat Distribusi Air

Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan berbagai langkah hadapi krisis air, termasuk rencana pelaksanaan salat istisqa.

Tayang:
TribunBatam.id/Ucik Suwaibah
WALIKOTA BATAM - Wali kota Batam, Amsakar Achmad. Ia mengungkap langkah Pemko Batam untuk mengatasi krisis air bersih. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Persediaan air baku di sejumlah waduk Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mengalami penurunan akibat cuaca panas yang berkepanjangan. 

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan berbagai langkah penanganan, termasuk rencana pelaksanaan shalat istisqa (shalat meminta hujan) serta penguatan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

Wali kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan rencana shalat istisqa merupakan hasil koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), tokoh agama, serta Kementerian Agama. 

Kegiatan tersebut diusulkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Maret 2026.

“Usulan pelaksanaan shalat istisqa datang dari Kemenag dan para tokoh agama. Ini menjadi salah satu ikhtiar kita memohon hujan, karena sumber utama air baku Batam sangat bergantung pada curah hujan,” ujar Amsakar Achmad, Rabu (11/2/2026).

Selain langkah spiritual, Pemko Batam juga menyiapkan berbagai upaya teknis untuk mengatasi berkurangnya debit air. 

Langkah - langkah yang diambil diantaranya, pembersihan waduk dari eceng gondok, pelebaran dan normalisasi area tampungan air, serta peningkatan kelancaran distribusi air bersih melalui sejumlah program yang dikoordinasikan bersama BP Batam.

"Untuk solusi jangka pendek, pemerintah menambah armada distribusi air bersih menggunakan mobil tangki," kata Amsakar.

Amsakar mengatakan saat ini puluhan armada disiapkan, termasuk kendaraan yang dimodifikasi dengan pemasangan tandon air, guna melayani wilayah yang masuk kategori 'stress area' atau daerah yang mengalami keterbatasan pasokan air.

“Distribusi air akan terus kita optimalkan, terutama menjelang Ramadan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Walaupun ini masih langkah jangka pendek, kami berupaya memastikan pelayanan air tetap berjalan,” kata Amsakar Achmad.

Amsakar Achmad yang menjabat Kepala Badan Pengusahaan (BP Batam) itu menegaskan, pemerintah juga menyiapkan program jangka panjang berupa peningkatan kapasitas waduk dan perbaikan sistem distribusi agar ketahanan air Kota Batam semakin kuat di masa mendatang.

Ia berharap kombinasi langkah teknis dan ikhtiar spiritual dapat membantu mengatasi krisis air yang sedang dihadapi masyarakat. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved