HARGA BBM NAIK
Dampak Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi, Antrean Pertalite di SPBU Batam Makin Panjang
Fenomena ini diduga dipicu oleh kenaikan harga BBM non-subsidi yang membuat sebagian besar warga Batam beralih ke BBM subsidi.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id – Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Batam mengalami peningkatan signifikan, khususnya pada jenis BBM subsidi.
Pantauan di SPBU kawasan Nongsa menunjukkan antrean kendaraan di nozel Pertalite semakin panjang, Rabu (22/4/2026).
Di SPBU kawasan Bundaran Bandara contohnya, antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mendominasi pengisian BBM subsidi jenis Pertalite.
Sementara itu, nozel BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Dexlite justru terlihat lengang tanpa antrean.
Fenomena ini diduga dipicu kenaikan harga BBM non-subsidi yang membuat sebagian masyarakat beralih ke BBM subsidi. Kondisi tersebut diakui langsung oleh para pengendara yang merasakan perubahan signifikan pada antrean.
“Saat ini antrean Pertalite makin ramai, biasanya tidak sepanjang ini. Sekarang banyak yang beralih. Saya juga biasanya isi Pertamax, tapi karena sudah mahal, terpaksa ikut antre Pertalite,” ujar Alfe, seorang pengendara saat mengantre di bawah terik matahari di SPBU Bundara Bandara.
Tak hanya Pertalite, antrean BBM subsidi jenis Bio Solar juga mengalami peningkatan. Namun di beberapa SPBU seperti di kawasan Bandara, penjualan Bio Solar sempat dihentikan sementara sejak pukul 11.00-14.00 WIB.
Meski demikian, petugas memastikan stok masih tersedia dan penjualan akan kembali dibuka keesokan harinya.
“Besok pagi sekitar pukul 08.00-11.00 WIB baru dibuka lagi. Stok masih ada, tapi ini arahan dari atasan,” ujar seorang petugas SPBU.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU kawasan Nongsa. Seorang petugas yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, dalam dua hari terakhir terjadi lonjakan antrean, terutama untuk BBM subsidi.
“Pertalite dan solar meningkat, antrean jadi lebih panjang karena banyak yang beralih ke subsidi,” katanya.
Meski terjadi lonjakan permintaan, pihak SPBU memastikan stok BBM masih dalam kondisi aman. Namun, pengaturan distribusi tetap dilakukan untuk menjaga ketersediaan, terutama untuk Bio Solar yang kuotanya diatur langsung oleh Pertamina.
Di SPBU Glory, Jalan Hang Jebat, antrean panjang juga terlihat pada nozel Pertalite, sementara pengisian solar belum dibuka pada siang hari. Petugas menyebutkan distribusi solar dilakukan secara bertahap.
“Untuk solar, kami buka besok pagi. Stok masih ada, distribusi dari Pertamina masuk tiga kali seminggu, sekali kirim sekitar 8 ton,” ungkap seorang petugas SPBU.
SPBU ini juga tampak menjual gas LPG baik subsidi maupun non-subsidi. Stok gas elpigi 3 kg terlihat tersedia, harga jual Rp21.000. Harga itu sesuai HET. Sementara gas LPG non susidi 5,5 kg dijual dengan harga Rp105 ribu.
"Stok gas aman, yang 3 kg ready. Yang 5,5 kg baru habis siang ini. Kalau 12 kg kita tidak ada jual," kata seorang petugas SPBU di lokasi. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)
| BBM Subsidi Jadi Andalan Masyarakat di Natuna, Stok Masih Aman dan Tak Ada Antrean Panjang |
|
|---|
| Konsumsi BBM Subsidi di Kepri Diprediksi Naik 15 Persen, Dampak Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, Distribusi BBM Subsidi di SPBU Batam Masih Lancar, Stok Aman |
|
|---|
| Stok BBM Subsidi di Karimun Kepri Masih Aman Pasca Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi |
|
|---|
| Kuota BBM di SPBU Kepri Dievaluasi Tiap 3 Bulan, Pertamina Perketat Pengawasan Titik Rawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Antrean-kendaraan-mengular-pada-pengisian-BBM-subsidi-di-SPBU-Bundaran-Bandara-Nongsa-Rabu-224.jpg)