Jumat, 24 April 2026

WFH ASN PEMKO BATAM

Diskominfo Batam Proyeksikan Hemat Rp320 Juta Lewat Kebijakan WFH ASN

Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Batam mulai diberlakukan pada Jumat (24/4/2026)

TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
KADISKOMINFO BATAM - Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Batam, Rudy Panjaitan. Ia memproyeksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ia pimpin dapat menghemat keuangan daerah hingga Rp320 juta lewat kebijakan work from home (WFH) ASN Pemko Batam yang mulai berlaku, Jumat, 24 April 2026. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai diberlakukan pada Jumat (24/4/2026). 

Langkah ini tak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga diproyeksikan mampu menekan pengeluaran daerah secara signifikan.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam memperkirakan penghematan mencapai Rp320 juta hingga akhir tahun 2026. 

Efisiensi tersebut terutama berasal dari pengurangan belanja alat tulis kantor (ATK), bahan bakar minyak (BBM), serta biaya perjalanan dinas (SPPD).

Kebijakan WFH ini mengacu pada surat edaran Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri. 

Dalam aturan tersebut, ASN di lingkungan Pemerintah Kota Batam diwajibkan menjalankan WFH setiap hari Jumat.

Kepala Diskominfo Batam, Rudy Panjaitan, menjelaskan skema WFH diterapkan secara proporsional. 

Baca juga: Pemko Batam Terapkan WFH Setiap Jumat, Walikota Amsakar Achmad: Jangan Dibenturkan dengan Mendagri

Untuk organisasi perangkat daerah (OPD) dengan jumlah ASN lebih dari 100 orang, sebanyak 80 persen pegawai bekerja dari rumah.

Sementara OPD dengan jumlah ASN di bawah 100 orang menerapkan WFH hingga 70 persen.

“Di Diskominfo sendiri, dengan jumlah pegawai lebih dari 100 orang, hanya sekitar 20 persen yang masuk kantor saat WFH. Sisanya bekerja dari rumah. Ini yang kemudian berdampak pada efisiensi anggaran,”  ucap Rudy Panjaitan.

Rudy mengatakan dalam pelaksanaan WFH tersebut kantor tetap buka, karena untuk Kepala bagian tetap melaksanakan pekerjaan dari Kantor.

Hanya saja ASN yang melaksanakan WFH ruangan dan fasilitas kantor yang digunakan di matikan.

Hanya satu bidang yang tetap beroperasi di kantor, sementara bidang lainnya ditutup sementara. 

Dengan demikian, penggunaan listrik dan perangkat kerja seperti komputer dapat ditekan.

Baca juga: Pemprov Kepri Rubah Jadwal WFH ANS Semula Jumat ke Rabu, Kadiskominfo Jelaskan Alasannya

“Kalau hanya satu bidang yang aktif, maka ruangan lain bisa dimatikan. Komputer, pendingin ruangan, dan listrik di bidang lain tidak digunakan. Ini juga berkontribusi pada efisiensi energi,”  sebutnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved