Selasa, 28 April 2026

Liquid Vape

Warga Batam Diminta Waspada, Tren Narkoba Bergeser ke Liquid Vape, Mayoritas Pengguna Anak Muda

Peredaran narkotika di Kota Batam, Kepulauan Riau, kini menunjukkan pola baru yang mengkhawatirkan. Trennya kini bergeser ke liquid vape

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Ucik Suwaibah
KONFERENSI PERS - Konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan narkotika jenis vape, ekstasi dan sabu di Batam, Selasa (28/4/2026). Kasatresnarkoba Polresta Barelang Kompol Dr. Arsyad Riyandi mengungkapkan, mayoritas kasus narkotika yang ditangani pihaknya kini didominasi liquid vape mengandung zat berbahaya 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Peredaran narkotika di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kini menunjukkan pola baru yang mengkhawatirkan. 

Jika sebelumnya didominasi narkoba jenis konvensional seperti sabu, saat ini tren mulai bergeser ke liquid vape yang mengandung zat berbahaya dan lebih sulit terdeteksi.

Pergeseran ini terungkap saat Polresta Barelang memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan 12 laporan polisi dalam dua bulan terakhir.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 1.931 cartridge liquid vape, 1.075 gram sabu, dan 57 butir ekstasi.

Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus mengatakan, pemusnahan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah Batam.

"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika. Modus peredaran saat ini semakin beragam, termasuk melalui media vape," ujar Fadli, Selasa (28/4/2026).

Barang bukti yang dimusnahkan di antaranya enam bungkus sabu dengan total 1.075,65 gram, 57 butir ekstasi, serta 1.931 cartridge liquid vape.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menetapkan 13 orang tersangka yang saat ini masih menjalani proses penyidikan.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polresta Barelang Kompol Dr. Arsyad Riyandi mengungkapkan, mayoritas kasus narkotika yang ditangani pihaknya justru didominasi liquid vape.

"Kalau kita lihat, ungkapan kasus saat ini mayoritas didominasi liquid vape. Sudah ada ribuan barang bukti yang kita amankan dan 1.931 keping vape di antaranya kita musnahkan," katanya.

Menurut Arsyad, liquid vape kini menjadi pilihan baru para pelaku karena lebih praktis digunakan dan mudah disamarkan sebagai rokok elektrik biasa.

"Bisa tersamarkan karena banyak juga vape yang tidak mengandung narkotika. Selain itu, mudah dibawa dan bisa digunakan kapan saja," ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagian besar vape ilegal tersebut berasal dari Malaysia dan berhasil diungkap saat hendak masuk ke Batam.

"Mayoritas vape ini berasal dari Malaysia dan kami berhasil mengungkap saat masuk ke Batam. Kami bekerja sama dengan Bea Cukai untuk melakukan pencegahan dan penindakan sejak barang masuk," sebut Kasat.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, polisi menemukan kandungan berbeda di tiap merek liquid vape tersebut.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved