PEMKO BATAM
Kejar Pajak Listrik Rp437 Miliar, Pemko Batam Perkuat Sinergi dengan UPT dan Pelaku Usaha
Pemko Batam genjot potensi Pendapatan Asli Daerah dengan menargetkan penerimaan pajak listrik Rp437,4 miliar pada 2026
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota Batam terus menggenjot potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menargetkan penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor tenaga listrik sebesar Rp437,4 miliar pada tahun 2026.
Target ini dibarengi langkah strategis memperkuat sinergi lintas instansi, khususnya bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan para pelaku usaha di sektor ketenagalistrikan.
Komitmen tersebut diperkuat pada rapat stakeholder yang membahas proses penerbitan Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTLU/IUPTLS), sosialisasi Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha (NITKU), hingga implikasinya terhadap optimalisasi pajak daerah.
Kegiatan ini digelar di Sky Ballroom Hotel Nagoya Hill Batam, Rabu (13/5/2026).
Rapat dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
Dalam sambutannya, Firmansyah menegaskan forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
Firmansyah, mengatakan geliat pertumbuhan industri, perdagangan, dan investasi di Batam yang terus meningkat secara langsung mendorong lonjakan kebutuhan energi listrik.
Hal ini menjadikan sektor ketenagalistrikan sebagai salah satu tulang punggung aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
“Peningkatan kebutuhan listrik menjadi konsekuensi logis dari pertumbuhan tersebut. Karena itu, tata kelola sektor ini harus semakin kuat, terintegrasi, dan adaptif,” kata Firmansyah.
Firmansyah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas administrasi, pengawasan usaha, serta optimalisasi penerimaan pajak daerah, terutama dari PBJT tenaga listrik yang kini menjadi salah satu sumber strategis PAD Kota Batam.
Firmansyah berharap forum ini mampu melahirkan kolaborasi konkret antara pemerintah pusat, daerah, instansi teknis, dan pelaku usaha.
Integrasi data yang akurat dan sistem pengawasan yang efektif dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi penerimaan daerah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah, mengungkapkan bahwa target penerimaan PBJT tenaga listrik pada 2026 secara rinci mencapai Rp437.423.000.000.
Angka tersebut menempatkan sektor ini sebagai penyumbang terbesar kedua dalam struktur PAD Kota Batam.
Firmansyah menilai sektor ketenagalistrikan memiliki peran vital, tidak hanya dalam mendukung pembangunan daerah, tetapi juga dalam memastikan kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga.
| Wali Kota Amsakar Gelar Walimatus Safar, Mohon Doa Restu Warga Batam Jelang Naik Haji |
|
|---|
| Forkopimda Paser Studi Tiru ke Batam, Pelajari Kunci Sukses Infrastruktur dan Investasi |
|
|---|
| Perayaan Paskah Oikumene Batam 2026 Meriah, Mongol Stres Sukses Hibur Ribuan Jemaat |
|
|---|
| Pemko Batam Bebaskan PBB untuk Rumah dengan NJOP Dibawah Rp120 Juta |
|
|---|
| Batam Dibayangi Lonjakan Penduduk, Amsakar Achmad: Enam Bulan Bertambah 17 Ribu Jiwa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Sekda-batam-PBJT.jpg)