Kamis, 9 April 2026

NAKHODA KAPAL DI LINGGA HILANG

Pencarian Nakhoda Kapal TB Trans Permata 5 Hilang di Senayang Lingga Berlanjut Hari Ini

Tim Sar melanjutkan pencarian Padang Delli Setiyawan (41), nakhoda kapal tug boat atau TB Trans Permata 5 yang dilaporkan hilang di perairan Lingga.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id via Instagram @kantorsar_tanjungpinang
PENCARIAN NAHKODA KAPAL DI LINGGA - Tangkap layar Instagram @kantorsar_tanjungpinang saat pencarian nakhoda kapal TB Trans Permata 5 di perairan Senayang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Selasa (10/2/2026). Nakhoda bernama Padang Delli Setiyawan (41) dilaporkan jatuh ke laut pada Senin (9/2) malam. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Padang Delli Setiyawan, nakhoda kapal tugboat atau TB Trans Permata 5 dilaporkan hilang di perairan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sejak Senin (9/2/2026) malam.

Pria berumur 41 tahun itu dilaporkan terakhir terlihat di kabin kapal sekira pukul 19.00 WIB.

Namun sekira satu jam berikutnya, atau pukul 20.00 WIB, salah satu awak kapal hendak ganti tugas jaga, Padang dilaporkan tidak berada di area kapal.

Ia diduga jatuh ke laut.

Tim Sar gabungan yang menerima informasi tersebut langsung bergerak melakukan pencarian.

Otoritas SAR menerima laporan dari  Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban sekira pukul 08.25 WIB.

Operasi pencarian sudah dilakukan sejak Selasa (10/2/2026).

"Untuk sementara hasilnya masih nihil. Pencarian kami lanjutkan hari ini," ucap Kepala Unit (Kanit) SAR Lingga, Oktarian.

Tim Rescue Unit Siaga SAR Lingga yang berjumlah lima personel bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 05 sekira pukul 08.45 WIB.

Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.25 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya, untuk menyisir sekitar titik koordinat kejadian di perairan Senayang.

Selain penyisiran langsung, tim SAR juga menyebar informasi keselamatan pelayaran kepada unsur potensi SAR dan kapal-kapal di sekitar lokasi.

Kapal TB Trans Permata 5 juga turut menyiarkan keselamatan pelayaran guna membantu proses pencarian.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya:

Peralatan yang digunakan meliputi

  • Satu unit RIB 05
  • Perangkat komunikasi
  • Responder bag, serta
  • Perlengkapan evakuasi.

Oktarian menambahkan, proses pencarian menghadapi kendala berupa angin cukup kencang dan gelombang yang relatif tinggi di perairan Lingga.

Berdasarkan data cuaca, kondisi perairan saat operasi berlangsung berawan dengan arah angin dari utara berkecepatan sekitar 8–11 knot serta tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,5 meter.

Tim SAR berharap korban segera ditemukan.

"Setelah pencarian dilakukan hingga pukul 18.00 WIB dengan hasil nihil, operasi sementara dihentikan untuk evaluasi dan akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya mulai pukul 07.00 WIB," tutur Oktarian. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved