Senin, 25 Mei 2026

KARHUTLA DI LINGGA

Dua Karhutla di Lingga Terjadi dalam Sehari, Luas Lahan Terbakar Capai 3 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, pada Minggu (15/2/2026).

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Istimewa
KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI LINGGA - Potret kebakaran di Bukit Asam, Dabo Singkep. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, pada Minggu (15/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dua kebakaran hutan dan lahan terjadi di Lingga, Minggu (15/2)
  • Kejadian pertama, pukul 16.30 WIB di Kecamatan Lingga Timur. Api padam sekira pukul 19.30 WIB
  • Kebakaran kedua terjadi pukul 18.30 WIB di Kecamatan Singkep. Api padam pukul 20.25 WIB 

 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada Minggu (15/2/2026).

Peristiwa karhutla di Lingga ini berhasil ditangani tim Damkar dan BPBD serta gabungan, tanpa menimbulkan korban jiwa. Meski begitu area lahan yang terbakar cukup luas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, mengatakan kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di area dekat jalan menuju Desa Keton, Kecamatan Lingga Timur.

“Begitu menerima laporan dari tim TRC, kami langsung berkoordinasi dengan Damkar Daik, TNI, Polri serta masyarakat setempat untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.30 WIB, dengan luas lahan terbakar kurang lebih 30 x 50 meter,” ujarnya kepada Tribunbatam.id, Senin (16/2/2026).

Ia menambahkan, penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan pihak Polsek Daik.

Minimnya sumber air di sekitar lokasi sempat menjadi kendala, sehingga petugas harus mengoptimalkan peralatan pemadaman yang tersedia.

Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di kawasan Bukit Asam, Jalan Setajam, Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep.

Titik api pertama kali dilaporkan warga sebelum diteruskan kepada petugas gabungan BPBD dan pemadam kebakaran.

Menurut Oktanius, api diduga bermula dari pondok kosong yang terbakar, kemudian merambat cepat akibat tiupan angin.

“Petugas tiba sekitar pukul 19.10 WIB dan api berhasil dipadamkan pukul 20.25 WIB. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare,” ujarnya.

Penyebab kebakaran kedua masih dalam penyelidikan kepolisian.

Meski tidak ada korban jiwa maupun pengungsi, kerusakan lahan cukup signifikan dan beberapa kendala teknis seperti peralatan pemadam yang rusak sempat dihadapi di lapangan.

Oktanius mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat cuaca panas dan berangin.

"Segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat," pungkasnya.

(Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved