Jumat, 17 April 2026

KAPAL HILANG KONTAK

Keluarga Tunggu Kabar Eno dan Aris, Warga Lingga Hilang Kontak saat Berlayar ke Batam

Keluarga masih menunggu kabar dari Eno dan Aris. Kapal yang ditumpangi dua warga Lingga itu sebelumnya dikabarkan hilang kontak saat menuju Batam

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Dok. Unit SAR Lingga
OPERASI PENCARIAN - Foto pencarian orang hilang sebelumnya di Senayang. Kali ini, laporan diterima dua warga Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, hilang kontak saat berlayar ke Batam. Pihak keluarga belum dapat kabar hingga, Sabtu (21/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Keluarga Eno dan Aris, warga Lingga masih tunggu kabar dari anggota keluarga masing-masing
  • Pompong yang ditumpangi keduanya dikabarkan hilang kontak saat berlayar dari Kelumu Lingga ke Batam pada Kamis (19/2)
  • Upaya pencarian oleh Tim SAR gabungan masih dilakukan saat ini


LINGGA, TRIBUNBATAM.id
- Keluarga masih menunggu kabar Eno dan Aris, usai kapal yang mengangkut keduanya dari Kelumu Lingga tujuan Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dikabarkan hilang kontak hingga Sabtu (21/2/2026).

Pompong mereka diduga hilang kontak di perairan Selat Pintu, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga.

Informasi tersebut pertama kali diterima pada Jumat (19/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.

Hingga saat ini, keluarga masih menunggu kabar Eno dan Aris.

Diketahui, pompong tersebut dinakhodai Eno (35), dengan nama lengkap Jairi, warga asli Centeng, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara.

"Belum ada info sampai sekarang, masih menunggu kabar dari tim," ungkap saudara perempuannya.

Sementara, Aris dengan lama lengkap Muhammad Sahri (30), merupakan warga Ciklatip, Desa Sungai Harapan, Kecamatan Singkep Barat.

Ayahnya, Muhammad Salihin, juga masih menunggu kabar terkait anaknya yang hilang kontak.

Menurut ayah Aris, tim telah melakukan upaya pencarian di wilayah Temiang Pesisir, namun belum membuahkan hasil.

"Tim SAR lagi mencari di Selat Pintu, belum tahu titiknya dimana, sampai ke Pulau Tajur Biru juga belum ketemu," ujar Salihin kepada Tribunbatam.id, Sabtu (21/2/2026).

Menurut informasi, Salihin sempat video call dengan anaknya, pada pukul 16.00, Rabu (18/2/2026).

Saat itu, Aris menyampaikan bahwa kapal pompong mereka tersangkut karang, minyak mesin robin untuk membuang airnya habis, dan baterai handphone juga hampir habis.

Setelah itu, Salihin mencoba menghubungi kembali, tetapi tidak bisa tersambung hingga saat ini.

Sementara saat dikonfirmasi Kanit SAR Lingga, Oktarian, menerangkan pihaknya sedang melakukan pemantauan.

"Kita tidak melakukan pencarian, soalnya masuk kawasan (pencarian-red) Batam," ungkapnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved