Jumat, 12 Juni 2026

KAPAL HILANG KONTAK

Nasib Dua Warga Lingga Hilang Kontak di Laut, Keluarga Eno Kecewa dengan Pihak Pemdes

Keluarga Eno, nakhoda kapal yang hilang kontak asal Limbung, Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, ungkap kekecewaan ke Pemdes

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Dok. BPBD Lingga
PENCARIAN ENO DAN AREN - Orang tua Eno dan Aren ikut serta dalam pencarian anaknya bersama TNI AL Dabo Singkep dan BPBD Lingga sebelumnya. Hingga kini, nasib Eno dan Aren belum diketahui. Di sisi lain, keluarga Eno kecewa dengan pihak Pemerintah Desa 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Jairi (35), seorang nakhoda asal Centeng, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, yang hingga kini dinyatakan hilang kontak di laut bersama rekannya, Muhammad Sahri alias Aren (30) selaku Anak Buah Kapal (ABK).

Keduanya dilaporkan hilang sejak 18 Februari 2026 saat kapal yang diawaki keduanya berlayar menuju Batam.

Hingga Rabu (4/3/2026), keberadaan dua awak kapal tersebut masih belum diketahui, meskipun upaya pencarian sebelumnya telah dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Jairi, yang akrab disapa Eno, diketahui merupakan warga Centeng, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara.

Sementara rekannya, Aren, merupakan warga Ciklatip, Desa Sungai Harapan, Kecamatan Singkep Barat.

Di tengah harapan yang belum padam, keluarga korban masih menanti kabar kepastian nasib keduanya.

Namun di balik musibah tersebut, keluarga Eno mengaku kecewa lantaran belum menerima kunjungan dari pihak Pemerintah Desa Limbung, sebagai bentuk empati terhadap keluarga.

Berbeda dengan keluarga Aren di Ciklatip.

Rumah Aren telah dikunjungi sejumlah unsur pemerintah dan aparat setempat, mulai dari Pelaksana Tugas (Plt) Camat Singkep Barat, Kepala Desa Sungai Harapan hingga Kapolsek Singkep Barat pada 25 Februari 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan moral sekaligus membantu memberikan informasi perkembangan proses pencarian korban.

Sementara itu, keluarga Eno menyebut hingga saat ini belum ada kunjungan serupa dari aparatur desa.

Kekecewaan tersebut bahkan disampaikan oleh adik korban, Yunita, melalui akun media sosial Facebook miliknya.

Dalam unggahannya, ia menuliskan sejak kakak laki-lakinya itu dinyatakan hilang, belum ada satu pun perangkat desa yang datang ke rumah orang tuanya.

“Dari hari abang saya hilang kabar sampai hari ini, tidak ada satu orang pun perangkat atau aparat dari Desa Limbung yang datang berkunjung ke rumah orang tua saya,” tulis Yunita.

Saat dikonfirmasi, Yunita membenarkan pernyataan tersebut.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved