Jumat, 17 April 2026

KAPAL HILANG KONTAK

Isak Tangis Aminah Pecah, Berharap Anaknya yang Hilang di Laut Lingga segera Ditemukan

Kesedihan terlihat dari wajah Aminah, ibu Muhammad Sahri alias Aren, yang masih menunggu kabar baik dari anaknya yang hilang kontak di Laut Lingga

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Istimewa
MENUNGGU KABAR - Aminah, Ibu kandung Muhammad Sahri alias Aren, saat ditemui Kapolsek Singkep Barat, Iptu Young Risa, di Kampung Ciklatip, Desa Sungai Harapan, Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Rabu (25/2/2026). Aminah masih menunggu kabar anaknya yang hilang di laut. 

Ringkasan Berita:
  • Aminah, ibu kandung Aren, berharap anaknya yang hilang kontak saat berlayar dari Desa Kelumu ke Batam segera ditemukan
  • Hingga Rabu (25/2), belum ada kabar baik Aren ditemukan sejak hilang kontak di laut pada 18 Februari 2026
  • Kapolsek Singkep Barat, Iptu Young Risa, datangi rumah Aminah beri dukungan


LINGGA, TRIBUNBATAM.id
- Di sebuah rumah sederhana di Kampung Ciklatip, Desa Sungai Harapan, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), suasana duka terasa begitu pekat pada Rabu (25/2/2026).

Tidak banyak percakapan terdengar. Hanya sesekali isak tertahan, memecah keheningan di kediaman keluarga Muhammad Sahri alias Aren (30), warga yang hingga kini masih hilang kontak saat berlayar di perairan Lingga.

Aminah, ibu kandung Aren, duduk lemah di ruang tamu rumahnya.

Tatapannya kosong, seolah menerawang jauh ke laut tempat anaknya terakhir dikabarkan berlayar.

Wajahnya tampak letih, kantong mata menghitam akibat hari-hari panjang tanpa tidur nyenyak sejak kabar hilangnya sang anak sejak 18 Februari 2026.

Air mata yang berulang kali jatuh tak lagi mampu ia sembunyikan.

Bahkan ketika menyambut kedatangan Kapolsek Singkep Barat, Iptu Young Risa, kesedihan tetap tergambar jelas di balik senyum tipis yang ia paksakan.

Sesekali Aminah terdiam lama. Ingatannya kembali pada sosok Aren.

Suaranya bergetar ketika mulai bercerita, hingga akhirnya tangis pecah membasahi pipinya.

Sementara itu, sang suami, Muhammad Salihin, tidak berada di rumah.

Ia memilih ikut bergabung bersama tim BPBD dan personel TNI AL menyisir perairan Selat Pintu, Temiang Pesisir, lokasi terakhir koordinat boat pompong yang ditumpangi Aren bersama rekannya, Eno, dilaporkan hilang kontak.

Aren diketahui berangkat dari Desa Kelumu menuju Kota Batam, dengan pompong tempat biasa ia bekerja.

Namun perjalanan itu justru berubah menjadi kecemasan panjang.

Sejak komunikasi terakhir terputus di tengah laut, keluarga hanya bisa menunggu kabar yang tak kunjung datang.

Hari-hari di rumah tersebut kini dipenuhi doa.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved