Senin, 4 Mei 2026

KEBAKARAN DI LINGGA

Hadapi Kobaran Api Kebakaran Lahan di Lingga, Upaya Damkar Terbatas Karena Armada Tua

Damkar dan BPBD Lingga harus menghadapi kendala mobil rusak saat melawan kobaran api hanguskan 6 Hektar lahan kebun di Dabo Singkep

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Mairi Nandarson
Tribunbatam.id/Istimewa
PETUGAS DAMKAR ATASI KEBAKARAN - Damkar dan BPBD Lingga harus menghadapi kendala mobil rusak saat melawan kobaran api hanguskan 6 Hektar lahan kebun di Jalan Gunung Muncung Dabo Singkep , Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Sabtu (28/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga kembali berjibaku melawan kobaran api
  • Armada pemadam yang tersedia sudah tua dan dalam kondisi rusak sehingga tidak lagi maksimal menyemprotkan air untuk memadamkan api
  • Upaya pemadaman akhirnya hanya mengandalkan mesin robin, yang tekanannya melemah saat digunakan di area perbukitan lokasi kebakaran

 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga kembali berjibaku melawan kobaran api.

Si jago merah kembali melahap sekitar enam hektare lahan perkebunan di Jalan Gunung Muncung, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Sabtu (28/2/2026).

Di tengah besarnya kebakaran, petugas di lapangan justru dihadapkan pada keterbatasan sarana.

Armada pemadam yang tersedia sudah tua dan dalam kondisi rusak sehingga tidak lagi maksimal menyemprotkan air untuk memadamkan api.

Tak banyak yang bisa personel lakukan dengan kondisi itu selain berusaha dengan alat yang ada.

Meski suara sirene masih menyaring kuat dan memekakkan telinga, armada tua itu hanya sebagai objek yang bisa dipakai untuk dikendarai.

Sementara, untuk penggunaannya sudah tak bisa diharapkan secara maksimal lagi.

Baca juga: Mobil Damkar dan Suplai Air BPBD Lingga Rusak, Tim Kewalahan Padamkan Api yang Nyaris Tiap Hari

Tak Bisa Lagi Diandalkan Karena Armada Sudah Berusia 20 Tahun

Danton Damkar Lingga unit Dabo, Ikmal Hakim, mengakui armada itu sudah berusia 20 tahun, dan sudah tidak bisa diandalkan lagi saat dibawa ke lapangan. 

Ia menyebutkan, mobil itu bahkan seringkali rusak yang membuat pemadaman tidak bisa dilakukan.

"Di lokasi mobil mengalami rusak karena tidak bisa menyemprotkan air, sehingga kami harus menggunakan mesin robin, sementara mesin robin tidak ada tekanan air kalau menaiki bukit," ungkap Ikmal kepada Tribunbatam.id.

Seperti diketahui lokasi kebakaran kadang terjadi di kawasan perbukitan, yang membuat penanganan pemadaman harus ekstra dari personel.

Upaya pemadaman akhirnya hanya mengandalkan mesin robin, yang tekanannya melemah saat digunakan di area perbukitan lokasi kebakaran.

Sekira pukul 15.30 WIB, api dilaporkan semakin meluas sementara proses pemadaman masih berlangsung.

Kerja keras personel Damkar dan BPBD pun terhambat akibat minimnya peralatan serta kendaraan operasional yang rusak, sehingga api sulit dikendalikan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved