Kamis, 14 Mei 2026

Demam Berdarah di Lingga

Belasan Warga Lingga di Kampung Baru Singkep Terpapar Demam Berdarah Dengue

Kasus Demam Berdarah Dengue di wilayah Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, menjadi perhatian tenaga kesehatan

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Dok. Puskesmas Dabo Lama
FOGGING DI SINGKEP - Puskesmas Dabo Lama saat melakukan fogging di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri untuk mengantisipasi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) beberapa waktu lalu 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), menjadi perhatian tenaga kesehatan setempat.

Puskesmas Dabo Lama mencatat belasan warga terjangkit penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Puskesmas Dabo Lama, tercatat sebanyak 19 kasus DBD yang tersebar di sejumlah rukun warga (RW).

Di RW 003 tercatat 10 kasus, RW 002 sebanyak 6 kasus, RW 001 terdapat 2 kasus, dan RW 005 sebanyak 1 kasus.

Kepala Puskesmas Dabo Lama, dr. Hesti Ningrum, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk menekan penyebaran kasus, termasuk melakukan fogging di wilayah yang terdampak.

“Fogging sudah kami lakukan sebanyak dua siklus di dua lokasi berbeda. Hari ini dilaksanakan di RW 003 dan dilanjutkan keesokan harinya di RW 002,” ujar dr. Hesti, Minggu (5/4/2026).

Ia menjelaskan sebelum pelaksanaan fogging, petugas terlebih dahulu memastikan kondisi lingkungan warga.

Hasil pengecekan menunjukkan masih ada area yang belum bersih, sehingga dilakukan kembali kegiatan gotong-royong agar fogging bisa berjalan maksimal.

“Sore sebelumnya sudah kami cek, masih ada lingkungan yang belum bersih. Jadi dilakukan gotong-royong ulang supaya hasil fogging lebih efektif,” jelasnya.

Menurutnya, fogging hanya menjadi solusi jangka pendek karena hanya membasmi nyamuk dewasa.

Upaya paling efektif tetap pada pemberantasan sarang nyamuk melalui kebersihan lingkungan.

Pihak puskesmas pun mengimbau masyarakat untuk rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah terbuka, serta membersihkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan penyebaran DBD dapat ditekan dan tidak terus bertambah di wilayah tersebut.

(Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved