Kamis, 14 Mei 2026

Demam Berdarah di Lingga

Demam Berdarah di Lingga Kepri Naik, Dinkes Temukan 2 Kasus Baru DBD

Dinkes Lingga menemukan setidaknya 2 kasus baru demam berdarah atau DBD di Kecamatan Singkep.

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
DEMAM BERDARAH DI LINGGA - Tim Dinkes Lingga saat fogging di Bukit Abun, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri belum lama ini. Kasus demam berdarah di Kecamatan Singkep jadi perhatian Dinas Kesehatan setelah mereka menemukan setidaknya dua kasus baru. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingga khususunya di Kecamatan Singkep cenderung naik.

Data Dinkes Lingga mengungkap, kasus demam berdarah di wilayah tersebut mulai meningkat sejak Agustus 2024.

Pada Agustus tersebut, tercatat ada 6 kasus DBD di Kecamatan Singkep. 

Sementara pada bulan September, jumlah kasus naik menjadi 8, tersebar di Kecamatan Singkep dan Kecamatan Lingga.

Hingga awal Oktober, ditemukan 2 kasus baru yang menyerang anak di Bukit Abun, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep.

Baca juga: Kasus Demam Berdarah di Tanjungpinang Turun Dalam 4 Bulan, Tersisa 7 Kasus DBD

Pasien pun mendapatkan perawatan intensif dari pihak Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lingga, Wirawan Trisna Putra menyoroti terhadap kebersihan lingkungan masyarakat.

Apalagi pada musim hujan ini, membuat perkembangbiakan nyamuk semakin besar.

"Dari data yang kami kumpulkan, peningkatan kasus DBD ini berpotensi terus bertambah jika tidak dilakukan langkah-langkah pencegahan yang maksimal," kata Wirawan, Kamis (10/10/2024).

Dalam kasus yang menyerang dua anak di Bukit Abun sebutnya, saat ini sudah mendapatkan perawatan.

Baca juga: 332 Warga Batam Terjangkit Demam Berdarah Dengue dalam 8 Bulan, Paling Banyak Juli

Dia mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memutus siklus hidup nyamuk melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Dia menegaskan kembali, warga tidak merta mengandalkan fogging sebagai satu-satunya solusi, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa.

Wirawan menegaskan bahwa tindakan pencegahan yang lebih efektif adalah melalui pemberantasan sarang nyamuk secara langsung oleh masyarakat.

"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka, terutama di area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, seperti genangan air," imbuhnya.

Baca juga: Data Kasus DBD di Natuna, Puskesmas Ranai Ungkap 91 Kasus Demam Berdarah Hingga Juli 2024

Upaya Kelurahan Dabo Lama Berantas Sarang Nyamuk

Warga Kelurahan Dabo Lama menggelar Gotong royong (Goro) dalam memberantas sarang nyamuk.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved