Jumat, 22 Mei 2026

Jembatan Ponggok di Penaah Lingga Roboh, Warga dan Pemdes Perbaiki Lewat Gotong Royong

Aktivitas masyarakat di Dusun Ponggok, Desa Pena’ah, Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, sempat terganggu setelah jembatan kayu roboh

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
JEMBATAN DI LINGGA - Aktivitas masyarakat di Dusun Ponggok, Desa Pena’ah, Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, sempat terganggu setelah jembatan kayu yang menjadi akses utama warga roboh pada Senin (18/5/2026) lalu. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Aktivitas masyarakat di Dusun Ponggok, Desa Pena’ah, Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, sempat terganggu setelah jembatan kayu yang menjadi akses utama warga roboh pada Senin (18/5/2026) lalu.

Kondisi jembatan yang ambruk itu membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama anak-anak sekolah dan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk beraktivitas.

Jembatan yang berada di kawasan pelabuhan kayu itu, diketahui memang sudah lama mengalami kerusakan.

Material kayu penyangga terlihat lapuk dimakan usia dan sebagian konstruksi mulai rapuh sebelum akhirnya roboh.

Kepala Desa Penaah, Mariana, mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah berulang kali mengusulkan pembangunan jembatan permanen melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Namun hingga kini usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran daerah.

“Beberapa tahun terakhir justru jembatan ini yang sering kami usulkan melalui musrenbang kecamatan dan kabupaten. Tapi sampai hari ini entah belum ditanggapi atau memang terkendala dana,” ujar Mariana, Kamis (21/5/2026).

Menurut Mariana, persoalan pembangunan jembatan itu juga pernah dibahas dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025.

Saat itu, kata dia, pemerintah daerah menyampaikan bahwa efisiensi anggaran menjadi kendala utama sehingga pembangunan belum bisa diprioritaskan.

Di sisi lain, kemampuan anggaran desa juga sangat terbatas.

Dana Desa tahun ini dinilai belum memungkinkan untuk membangun jembatan permanen karena kebutuhan anggarannya mencapai ratusan juta rupiah.

Meski demikian, warga Dusun Ponggok memilih tidak tinggal diam.

Tidak lama setelah jembatan roboh, masyarakat bersama perangkat dusun langsung bergotong royong melakukan perbaikan sementara agar akses tersebut dapat kembali digunakan.

Sejumlah warga terlihat membawa papan kayu, memperbaiki bagian lantai jembatan yang patah, hingga memperkuat penyangga secara swadaya.

“Alhamdulillah, dengan kekompakan warga Dusun 3, RT, RW, Kadus dan masyarakat, jembatan tersebut sudah mulai diperbaiki secara gotong royong. Pihak Dishub Lingga juga turun langsung ke lokasi membantu semampunya untuk saat ini,” kata Mariana.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved