Minggu, 7 Juni 2026

Menjaga Putaran Gasing, Semangat Pelestarian Budaya Melayu dari Natuna

Putaran dan suara pangkahan gasing terdengar bersahutan di arena Tugu Gasing, Bandarsyah, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Tayang:
TribunBatam/Birri Fikrudin
GASING DI NATUNA - Potret Berulet Gasing dalam Ajang Turnamen Permainan Rakyat Gasing Piala Bupati Natuna, Kamis (6/11/2025). 

Kemudian terkahir sesi Berulet, atau adu lama putaran gasing yang masih berputar setelah di pangkak, dan diletakkan diatas kepikiran kaca.

Gasing yang pecah karena benturan dianggap kalah, sementara gasing yang paling lama berputar mendapat poin kemenangan.

Suara benturan keras gasing saat memangkak menjadi daya tarik tersendiri, bahkan sering memecahkan tawa dan sorak penonton.

Kerjasama tim, ketangkasan tangan, dan ketenangan menjadi kunci kemenangan.

“Kalau gasing pecah itu dapat point khusus, dianggap kalah. Tapi kalau masih berputar diadu siapa yang tahan lebih lama,” terang Mail.

Semangat menjaga warisan budaya itu pula yang tampak dalam pertandingan gasing antar kecamatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, di Tugu Gasing Bandarsyah.

Pertandingan ini digelar dalam rangka HUT ke-26 Kabupaten Natuna, diikuti 20 tim dari delapan kecamatan.

“Dari Bunguran Timur ada tiga tim, Bunguran Barat tiga tim, Bunguran Utara tiga tim, Pulau Laut tiga tim, Bunguran Selatan dua tim, Pulau Tiga tiga tim, dan Pulau Tiga Barat tiga tim. Totalnya 20 tim,” jelas Herman, Ketua Pelaksana kegiatan.

Ia menuturkan, pertandingan berlangsung selama 10 hari, mulai 1 hingga 11 November 2025, dengan hari Jumat sebagai hari istirahat pertandingan.

“Pertandingan gasing ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal,” ujarnya.

Di tengah derasnya arus modernisasi, permainan gasing tetap bertahan di Natuna.

Permainan Rakyat satu ini, bukan hanya karena hiburannya, tapi karena nilai kebersamaan dan filosofi hidup yang terkandung di dalamnya.

Putaran gasing Natuna ini, seolah menjadi bukti nyata selama semangat budaya masih dijaga, warisan nenek moyang itu akan terus berputar tanpa henti di bumi tanah Melayu. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved