Harga Cabai di Natuna Turun Drastis saat Ramadan, Rawit Hijau Kini Rp70 Ribu per Kilogram
Memasuki pertengahan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, harga cabai di Kabupaten Natuna, alami penurunan.
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Memasuki pertengahan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, harga cabai di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengalami penurunan.
Kondisi ini menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner, yang sebelumnya harus merogoh kocek lebih dalam akibat lonjakan harga.
Dari pantauan TribunBatam.id di Pasar Rakyat Ranai, Rabu (4/4/2026), aktivitas jual beli tampak ramai sejak pagi hingga siang hari.
Warga memadati lapak pedagang untuk melengkapi kebutuhan dapur menyiapkan menu berbuka puasa.
Deretan lapak sayur pun terlihat dipenuhi tumpukan cabai berwarna merah dan hijau yang tersusun rapi.
Mulai dari cabai rawit hijau, rawit setan, cabai merah panjang atau keriting, hingga cabai hijau panjang tersedia dalam jumlah besar.
Pasokan ini berdampak langsung pada harga jual yang kini kembali normal dan lebih terjangkau.
Cabai rawit hijau yang sebelumnya sempat menembus Rp90 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp70 ribu per kilogram.
Bahkan di tingkat eceran, harga yang sebelumnya mencapai Rp10 ribu per ons kini turun menjadi Rp7 ribu per ons.
“Untuk saat ini harga cabai bergerak turun drastis. Ini sudah harga normal. Kemarin cabai rawit sempat sampai Rp10 ribu per ons, sekarang sudah di Rp7 sampai Rp8 ribu per ons,” ujar Nor, salah satu pedagang.
Menurutnya, penurunan harga mulai terasa sejak sepekan terakhir.
Hal ini dipicu masuknya pasokan cabai dari petani lokal yang cukup melimpah, sehingga mampu menekan harga di pasaran.
Selain cabai rawit hijau, cabai rawit setan kini dijual Rp75 ribu per kilogram.
Sementara cabai keriting berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, dan cabai hijau panjang dijual Rp20 ribu per kilogram.
Pedagang lainnya, Rani, mengaku penurunan harga turut berdampak pada meningkatnya minat beli masyarakat.
“Semua jenis cabai sekarang murah. Jadi harga terjangkau, yang beli juga lumayan ramai. Apalagi tidak lama lagi kan Lebaran,” ujarnya.
Turunnya harga cabai ini diharapkan dapat terus bertahan hingga menjelang Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat mempersiapkan berbagai hidangan khas Lebaran tanpa terbebani lonjakan harga bahan pokok. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)
| Dua Kali Rekonstruksi, Misteri Hilangnya Emas 2 Kg Milik Anggota DPRD Natuna Masih Gelap |
|
|---|
| Rekonstruksi Kasus Pencurian di Toko Emas Anggota DPRD Natuna, DS Peragakan 27 Adegan |
|
|---|
| Dua Terdakwa Pembunuhan Dwi Putri di Batam Tampil Beda, Sempat Menangis Jelang Sidang |
|
|---|
| Api Mengganas di Tengah Panas Terik, 5 Hektare Lahan Warga di Desa Tanjung Natuna Terbakar |
|
|---|
| Ayah Bripda Natanael Tahan Amarah, Saksikan Rekonstruksi Anaknya Dihajar hingga Tewas di Batam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/HARGA-CABAI-JELANGLEBARAN.jpg)