PERANG AMERIKA VS IRAN
Dua Kapal Pertamina Belum Lolos Selat Hormuz
Dua kapal Pertamina International Shipping (PIS) yang tertahan di Teluk Arab, hingga saat ini belum dapat melintasi Selat Hormuz.
TRIBUNBATAM.id - Dua kapal Pertamina International Shipping (PIS) yang tertahan di Teluk Arab, hingga saat ini belum dapat melintasi Selat Hormuz.
Kedua kapal tersebut yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro sudah tertahan di Teluk Arab sejak awal Maret 2026, akibat adanya perang Israel-Amerika Serikat vs Iran.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita menyampaikan, PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz.
"Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman," papar Vega dikutip Minggu (19/4/2026).
Ia menegaskan, prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya.
"Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman," tuturnya.
Sebelumnya, Iran menyatakan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026), menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Selat Hormuz terbuka untuk semua kapal komersial selama periode gencatan senjata tersebut.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran," tulis Araghchi di X dilansir CNN, Jumat (17/4/2026).
Namun pembukaan Selat Hormuz tidak berlangsung lama, karena konflik Iran dan AS kembali memanas.
Langkah tersebut diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menyalahkan blokade laut oleh Amerika Serikat (AS) .
Di mana menurut pihak Iran hal tersebut sebagai pemicu utama penutupan jalur strategis tersebut.
Padahal, sehari sebelumnya, Iran sempat membuka kembali jalur pelayaran global itu secara sementara.
Dalam pernyataannya, Angkatan Laut IRGC menegaskan larangan keras bagi kapal-kapal untuk bergerak di kawasan tersebut.
“Tidak ada kapal yang boleh bergerak dari tempat berlabuhnya di Teluk Persia atau Laut Oman,” tegas IRGC, mengutip BBC, Minggu (19/4/2026).
| Kapal Perang Amerika Terdeteksi di Selat Malaka, Buru Semua Kapal Iran di Seluruh Dunia |
|
|---|
| Punya Dana 100 Miliar Dolar, Iran Minta Syarat Cairkan Aset yang Dibekukan untuk Gencatan Senjata? |
|
|---|
| Jadi Mediator Gencatan Senjata AS dan Iran, Terungkap Tujuan Pakistan Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi |
|
|---|
| Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Putin Siap Turun Tangan |
|
|---|
| Isi Pembicaraan AS dan Iran yang Berakhir Deadlock, Negosiasi Diperpanjang 1 Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1904_Kapal-Pertamina.jpg)