Selasa, 21 April 2026

'Saya Sudah Capek' Suara Parau Nadiem Makarim sambil Menangis

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim sembari menundukkan kepala untuk menutupi tangisannya. Ia mengaku lelah. Suaranya parau terdengar

Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
TANGIS NADIEM MAKARIM — Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menitikkan air mata saat mencurahkan isi hatinya di sela sidang kasus dugaan korupsi proyek Chromebook dan CDM di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (21/4/2026). Mengenakan rompi tahanan, ia mengaku lelah menghadapi akumulasi proses hukum selama 10 bulan terakhir dan ingin perkara tersebut segera berakhir. 

Ringkasan Berita:Korupsi laptop Chromebook
Nadiem Makarim menangis
Kerugian negara Rp 2,1 triliun

 

TRIBUNBATAM.id - "Saya tuh kepingin, saya hanya mau ini berakhir. Saya sudah capek." Itulah yang diucapkan Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim sembari menundukkan kepala untuk menutupi tangisannya.

Dengan pengawalan petugas kejaksaan, Nadiem berjalan dari ruang sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (21/4/2026) sekira pukul 12.00 WIB.

Mengenakan kemeja batik lengan panjang warna krem, penampilan mantan menteri ini kini kontras karena dibalut rompi merah muda khas tahanan Kejaksaan.

Di sela-sela momen tersebut, Nadiem sempat memberikan pernyataan emosional mengenai kasus yang melilitnya.

Nadiem menegaskan bahwa program pengadaan laptop Chromebook dan sistem CDM di era kepemimpinannya bukanlah program yang menghasilkan kerugian negara. Sebaliknya, ia mengklaim program tersebut justru menghemat anggaran.

"Program ini bukan program yang menghasilkan kerugian, tapi malah penghematan anggaran karena yang dipilih lebih murah dari harga pasar, yang software-nya gratis," kata Nadiem kepada wartawan di lokasi, Selasa.

Dengan suara yang mulai parau, Nadiem menyebut kasus yang menjeratnya merupakan sebuah ironi.

Ia merasa terpukul karena niat awalnya mengajak kaum muda masuk ke birokrasi untuk membersihkan praktik korupsi justru berujung pada tuduhan serupa.

Nadiem sempat menghentikan pembicaraannya sejenak guna menahan tangis yang hampir pecah. Namun, kesedihan mendalam tampak jelas dari raut wajahnya.

"Nah, ini mungkin paradoks, ironi dalam kasus ini. Bahwa anak-anak muda yang mau masuk, mau membersihkan unsur-unsur korupsi, malah yang akhirnya dituduh korupsi," ucap Nadiem sambil terisak.

Lebih lanjut, Nadiem mengaku sangat lelah menghadapi ujian hukum yang menyeret namanya. Ia pun secara terbuka mengungkapkan keinginannya agar perkara ini segera tuntas.

"Saya tuh kepingin, saya hanya mau ini berakhir. Saya sudah capek," ucap Nadiem sembari menundukkan kepala untuk menutupi tangisannya.

Ungkapan "capek" tersebut muncul setelah Nadiem menjalani akumulasi proses hukum selama hampir satu tahun.

Nadiem telah melewati 10 bulan proses hukum sejak pemeriksaan perdana di Kejagung, termasuk beban mental menjalani tujuh bulan masa penahanan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved