Rabu, 22 April 2026

Ijazah Jokowi

Ogah Minta Restorative Justice pada Jokowi, Roy Suryo Enggan Merasakan Kekalahan

Keputusan Roy Suryo tentu berbeda dengan ahli digital forensik, Rismon Sianipar yang sempat berada di pihaknya.

Editor: Khistian Tauqid
Tribunnews.com/Tribunnews.com/Reynas Abdila
IJAZAH JOKOWI - Roy Suryo tersangka kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyambangi Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/12/2025). Pakar telematika Roy Suryo tetap mengambil langkah tegas untuk tidak mengajukan Restorative Justice (RJ) terkait kasus tudingan ijazah palsu eks Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNBATAM.id - Pakar telematika Roy Suryo tetap mengambil langkah tegas untuk tidak mengajukan Restorative Justice (RJ) terkait kasus tudingan ijazah palsu eks Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keputusan Roy Suryo tentu berbeda dengan ahli digital forensik, Rismon Sianipar yang sempat berada di pihaknya.

Rismon bahkan dapat Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) hingga membuat status tersangka dicabut.

Rismon memilih untuk berpaling dari kubu pakar telematika Roy Suryo dalam kasus tudingan ijazah palsu tersebut.

Setelah itu, Rismon bahkan mengakui bahwa ijazah Jokowi asli setelah melihatnya secara langsung.

Namun, Roy Suryo tidak mau mengikui jejak Rismon yang kini tidak lagi menjadi tersangka.

Tersangka yang tersisa dalam klaster kedua adalah Roy dan Dokter Tifa.

Roy Suryo lantas menegaskan kembali bahwa ia tidak akan memohon RJ pada Jokowi.

"Dari awal Rj itu tidak ada, kalau dalam bahasa daerah saya, sak kuku ireng pun, jadi sekuku kecil hitam itu nggak ada sama sekali kita minta RJ," tegas Roy dalam konferensi pers, Selasa (21/4/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Roy Suryo beranggapan bahwa RJ merupakan tanda kekalahan dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi tersebut.

Oleh karena itu, Roy Suryo berani menyebut rekan-rekannya yang mendapatkan RJ sebagai pihak yang kalah.

"RJ itu tidak menang ya, RJ itu kalah, RJ itu menyerah. Jadi bagi sahabat-sahabat kami yang melakukan RJ itu mereka tidak menang, mereka justru kalah, kalah total, kalah sekalah-kalahnya, sehina-hinanya," ucapnya.

Roy akan menempuh jalan lain untuk membuktikan ijazah Jokowi palsu.

"Jadi kami enggak ada RJ. Kami masih sangat kreatif untuk menemukan jalan yang lain," ungkapnya.

"Kami tetap ingin membuktikan kepalsuan 99 persen ijazahnya Jokowi, itu clear ya. Tidak ada yang namanya 'oh Roy Suryo, Dokter Tifa, Rizal Fadillah, Rustam Effendi, dan Kurnia Tri Rohyani, nyerah, enggak, ini demi hukum," ucap Roy.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved