Sabtu, 9 Mei 2026

TABRAKAN KERETA API

Kepedihan Ibu Teringat Chat Terakhir Harum Anjasari sebelum Insiden KRL Vs KA Argo Bromo

Dengan suara bergetar, Sri Lestari teringat pesan terakhir yang dikirimkan Harum Anjasari sebelum insiden.

Tayang:
Editor: Khistian Tauqid
Tribunnews.com/Jeprima
KORBAN TABRAKAN KERETA - Kondisi makam almarhumah Harum Anjasari di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (29/4/2026). Harum Anjasari menjadi salah satu korban meninggal dunia akibat kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur. 

TRIBUNBATAM.id - Kepedihan dirasakan Sri Lestari atas kepergian putrinya Harum Anjasari yang menjadi korban tewas insiden tabrakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line tujuan Cikarang.

Peristiwa yang terjadi ada Senin (27/4/2026) malam, mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 88 luka-luka.

Satu di antara korban tewas adalah Harum Anjasari yang berada di gerbong perempuan atau paling belakang dari KRL.

Ketika pemakaman Harum Anjasari di TPU Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (29/4/2026), air mata Sri Lestari begitu jelas.

Dengan suara bergetar, Sri Lestari teringat pesan terakhir yang dikirimkan Harum Anjasari sebelum insiden.

Harum Anjasari ternyata sempat menanyakan kabar ayah dan ibunya di sela-sela pekerjaan.

"Kami hari Senin siang masih sempat WhatsApp-an sama dia. Biasa, dia tanya, 'Bapak Ibu gimana?'," ujar Sri Lestari.

Sri Lestari bahkan menyebut Haru Anjasari sering mengungkapkan keinginan untuk pulang ke rumah ibunya.

Mengingat Harum kini tinggal bersama keluarganya di kawasan Tambun.

Pesan tersebut seolah menjadi firasat bagi Harum Anjasari.

"Memang sebelum meninggal dia sudah pengen pulang terus. Dia bilang, 'Mama, aku pengen pulang ke rumah Mamah, aku pengen pulang. Aku kangen sama Mamah. Aku pengen di rumah Mamah aja'," kenang Sri dengan suara bergetar.

Sri Lestari sempat membalas pesan putrinya tersebut sembari menguatkan.

"Aku bilang, kalau kamu sudah enggak kuat, kalau kamu pengen pulang, pintu Mamah selalu terbuka buat kamu," ucap Sri.

Dalam percakapan terakhir itu, Harum sempat berjanji akan menemui ibundanya pada akhir pekan ini. Sebuah janji yang kini hanya tinggal kenangan.

"Iya Mah, nanti aku pulang ya Mah. Nanti hari Jumat aku pengen ke rumah Mamah. Boleh ya Mah?" ujar Sri menirukan ucapan Harum.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved