BERITA KRIMINAL
Tertipu Lowongan Kerja di Facebook, Mahasiswi Ini Jadi Korban Penyekapan dan Dirudapaksa
Seorang mahasiswi di Kota Makassar, disekap di rumah kontrakan setelah tergiur tawaran pekerjaan yang ia peroleh di sosial media.
Namun, setelah didalami lebih lanjut, diperoleh informasi DR kabur ke Surabaya menggunakan kapal laut.
"Sehingga ketika kita tahu pelaku kabur ke Surabaya, anggota langsung terbang ke Surabaya dan melakukan kerjasama dengan Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan KPPP Tanjung Perak dan melakukan penangkapan ketika si pelaku ini turun dari kapal," jelasnya.
Begitu tiba di Kota Makassar, lanjut Arya, pelaku berusaha melawan petugas yang membawanya.
Ia diberi tindakan tegas terukur dengan tembakan yang bersarang di kaki kirinya.
"Karena ada tindakan melawan pas mau dibawa ke Makassar, maka dilakukan tindakan melumpuhkan kepada si pelaku ini," tegasnya.
Dalam kasus itu, DR dijerat tiga pasal berlapis dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
"Pasal 473 maksimal 12 tahun (pemerkosaan), 466 maksimal 5 tahun (penganiayaan luka berat)
476 maksimal 5 tahun (pencurian)," jelas Arya.
Selain itu kata Arya, jejak rekam pelaku juga sudah berstatus residivis, sempat membuka lowongan kerja yang sama di Surabaya.
"Pelaku pernah melakukan curanmor di Takalar dan sudah membuka lowongan lagi melalui FB di Surabaya. Tapi untungnya tadi malam sudah tertangkap," tuturnya.
Gubernur Kaltara Jenguk Korban
Penanganan trauma terhadap MA (21), mahasiswi asal Nunukan Kalimantan Utara, yang menjadi korban penyekapan dan dugaan rudapaksa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melibatkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Hal itu diungkapkan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang seusai dirinya menjenguk langsung korban di sebuah asrama di Kota Makassar.
"Alhamdulillah saya sempat bertemu korban, saya beri semangat supaya traumanya tidak terlalu terus-terusan," ujarnya ditemui seusai mengikuti acara pertandingan futsal di Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Jumat (15/5/2026) sore.
"Saya sampaikan kepada ketua mahasiswa Kaltara yang ada di sini untuk bisa bekerjasama dengan lembaga perlindungan korban dan saksi untuk bisa dititipkan di situ supaya ada pendampingan. Dan, tidak sembarangan orang bisa menemui korban," tambahnya.
Selain fokus pada pemulihan trauma korban, Purnawiran jenderal bintang satu Polri ini juga meminta Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan untuk segera menangkap pelaku.
Bahkan, Wakapolda pertama Kaltara (2018-2020) ini telah menemui langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.
Pada pertemuan itu, Zainal mengaku telah menyampaikan langsung permintaan ke orang nomor satu Polda Sulsel itu agar segera mengungkap pelaku dalam kasus tersebut.
"Bapak Kapolda sangat serius masalah ini, tadi juga saya sudah bertemu Kapolda, berbincang-bincang dan bapak Kapolda sangat respek terhadap kasus ini," jelas Zainal.
"Saya meminta kepada bapak Kapolda untuk segera mengungkap siapa pelakunya. Kita berdoa semua semoga tersangka cepat ditangkap tim dari (Kepolisian)," lanjutnya.
Zainal ingin pelaku yang tertangkap nantinya oleh kepolisian, dapat diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
Ia bahkan, mengaku telah menyiapkan pengacara atau pendamping hukum untuk mengawal kasus itu hingga ke meja hijau.
"Semua, termasuk lawyer juga kita siapkan. Kemudian Pemprov Sulsel (UPTD) melalui adik-adik mahasiswa juga yang ada di sini untuk selalu komunikasi. Kebetulan ada adek mahasiswa yang kuliah di Makassar ini, selalu berkoordinasi dengan Polsek Tamalate. Termasuk Polrestabes dan Polda," sebutnya.
Kehadiran MA di Kota Makassar, lanjut Zainal untuk menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta.
Ia kata Zainal mendapat beasiswa langsung dari tempat dirinya menimbah ilmu di "Kota Daeng" ini.
Terkait, MA yang melamar kerja untuk membantu biaya kuliahnya, Zainal pun mengaku telah memberikan bantuan.
"Saya langsung memberikan bantuan. Mudah-mudahan kedua orangtua korban kalau tidak salah besok sudah tiba di Makassar. Bupati yang memfasilitasi," bebernya.
Pada kesempatan itu, Zainal pun mengimbau kepada seluruh mahasiswa asal Kaltara untuk tidak mudah percaya dengan informasi lowongan kerja di sosial media.
Ia tak ingin, kasus yang dialami MA terulang khususnya bagi mahasiswa asal daerah yang dipimpinnya.
"Kita mengimbau supaya tidak terlalu percaya dengan apa yang ada di Medsos. Karena korban ini terperdaya dengan Medsos yang dia pakai," imbuhnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com
| Penyekapan di Surabaya, Pria 80 Tahun Diculik Calon Menantu Hampir Setahun Harta Dikuras |
|
|---|
| Dukun Palsu yang Hamili Tetangga Ditangkap Polisi: Jangan Aneh Kalau Kelakuan Anakmu Mirip Aku |
|
|---|
| Dukun Palsu Hamili Wanita yang Sudah Lama Mendambakan Anak, Ejek Suami Korban: Anakmu Mirip Aku |
|
|---|
| Sempat Kabur, Pelaku Rudapaksa Anak di Palembang Dibekuk Polisi, Melawan Saat Ditangkap |
|
|---|
| Diduga Tertekan Masalah Rumah Tangga, Ibu Muda di Mamuju Ajak 3 Anaknya Minum Racun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/15062022_ilustrasi-penyekapan.jpg)