Novel Baswedan Alami Teror

TERUNGKAP! Satu Kali Tindakan Dokter Butuh Rp 400 Juta, Ini Alasan KPK Mengiba ke Pemerintah

Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, mengungkapkan alasan mengapa meminta bantuan pemerintah untuk biaya pengobatan penyidik KPK, Novel Baswedan.

TERUNGKAP! Satu Kali Tindakan Dokter Butuh Rp 400 Juta, Ini Alasan KPK Mengiba ke Pemerintah
TRIBUNNEWS.COM
Novel Baswedan dirawat di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta setelah disiram air keras, Selasa (11/4/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, mengungkapkan alasan mengapa meminta bantuan pemerintah untuk biaya pengobatan penyidik KPK, Novel Baswedan.

Salah satu alasan karena asuransi dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tak mampu membantu biaya karena sudah melebihi batas maksimal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu kali tindakan dokter untuk Novel menghabiskan biaya sebesar 30 sampai 40 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp 400 juta.

"Asuransi ada limit untuk pengobatan ke luar negeri tak tercover. Ada batas limit, kemarin sudah over limit, BPJS juga sudah bantu, tetapi over limit. Kami minta pemerintah menyiapkan kemungkinan dan alhamdulillah pemerintah menyanggupi," tutur Laode, kepada wartawan, Senin (17/4/2017).

Baca: Pendukungnya Diduga Bagikan Sembako? Begini Komentar Ahok

Baca: Besok Libur Pilkada DKI Jakarta, Tak Akan Ada Perdagangan Efek di BEI

Baca: CATAT. Lima Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Pertajam Daya Ingat

Selain karena total anggaran biaya tak mampu dibiayai dari asuransi dan BPJS, kata dia, permintaan bantuan dana dari pemerintah dilakukan untuk mencegah terjadi penyalahgunaan dana.

"Yang paling kami takutkan kalau dipakai untuk itu. Kalau diluar cover asuransi menjadi temuan BPK. Untuk transparansi, kami minta bantuan pemerintah. Ketika minta bantuan bukan kapasitas pribadi, tetapi kami minta sebagai perwakilan pemerintah yang ingin melihat proses penegakan hukum berjalan," ujarnya.

Berdasarkan keterangan petugas medis kepada Laode, Novel masih membutuhkan perawatan di rumah sakit mata yang berada di Singapura itu selama beberapa minggu.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help