TribunBatam/

BATAM TERKINI

Benarkah Pemadaman Listrik karena Ingin Tarif Naik? Simak Penjelasan Bright PLN Batam

Manajemen Bright PLN Batam akhirnya angkat suara soal kebijakan pemadaman bergilir yang dikaitkan dengan upaya PLN agar ada kenaikan tarif listrik.

Benarkah Pemadaman Listrik karena Ingin Tarif Naik? Simak Penjelasan Bright PLN Batam
ilustrasi pemadaman listrik 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pelaksana Harian Sekretaris Bright PLN Batam, Rudi Antono membantah tanggapan-tanggapan miring yang beredar terkait pemadaman listrik bergilir yang dilakukan Bright PLN Batam.

"Permasalahan ini sudah ke mana-mana. Dibilanglah cara-cara PLN Batam untuk menuntut kenaikan tarif dengan pemadaman. Kami katakan, ini murni untuk mengatur pola operasi, jangan sampai ketidakmampuan kami semakin singkat. Suatu masa kami tak bisa melayani sama sekali," ujar dia, Rabu (13/9/2017).

Pemadaman bergilir itu juga dikaitkan dengan audit di PLN Batam. Rudi mengatakan, setiap tahunnya PLN Batam diaudit oleh auditor independent yang masuk peringkat empat besar di dunia. Sehingga tak perlu diragukan lagi kredibilitas dan hasil auditnya.

Baca: Ternyata Ini Alasan PLN Batam Pilih Padamkan Listrik Konsumen Rumah Tangga

Baca: Sampai Kapan Batam Mati Lampu? Begini Jawaban Bright PLN

Baca: Pernah Miskin, Simak Perjalanan Hidup Lima Miliarder Dunia Ini

"Kami juga diaudit BPK. Kenapa? Karena aset PLN Batam milik negara, walaupun kami anak perusahaan PLN, tapi status aset tetap milik negara," kata Rudi.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini kondisi beban puncak listrik di Batam telah mencapai lebih kurang 416 MW.

Pertumbuhan sektor rumah tangga sangat pesat di Batam sekitar 37 persen, sedangkan sektor industri dan bisnis turun dari tahun ke tahun yang dahulu 32 persen sekarang hanya 25 persen dari total pelanggan PLN Batam.

"Kalau dulu industri dan bisnis yang menopang sektor rumah tangga. Tapi sekarang sudah tidak bisa lagi," ujar dia. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Kamis 14 September 2017

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help