Soal Makanan Kedaluwarsa. Ini Kata warga Pulau di Anambas. Ada yang Kurang Memperhatikan

Ia hanya pasrah bila produk yang ia beli ada kejanggalan, mulai dari bentuk, warna sampai ke rasa dari produk ‎yang terlanjur dibeli

Soal Makanan Kedaluwarsa. Ini Kata warga Pulau di Anambas. Ada yang Kurang Memperhatikan
TRIBUNBATAM/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Tim saat melakukan pengecekan ke salahsatu kedai di Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan belum lama ini. Pengetahuan warga khususnya di pulau masih minim. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Pengetahuan masyarakat akan barang kedaluwarsa masih minim. Beberapa warga, khususnya di pulau, cenderung kurang memperhatikan aneka produk yang mereka beli untuk dikonsumsi.

Seperti diketahui, dalam sidak yang dilakukan bersama tim dari DPRD, Disperindag dan polisi ditemukan aneka produk di sejumlah toko yang telah melewati batas kedaluwarsa.

‎"Saya kurang begitu memperhatikan kalau beli barang. Biasa ya beli dan diolah begitu saja. Lagipula kemasannya kan tertutup, lain kalau kemasannya sudah terbuka atau rusak," ujar Ita, seorang warga yang bermukim di Kecamatan Siantan Timur Senin (5/2/2018).

Baca: Marak Temuan Barang Kedaluwarsa, Pemda Anambas Janji Bentuk Tim Terpadu Siapkan Sanksi!

Baca: Wajib Waspada. Gelombang Laut di Perairan Natuna dan Anambas Bisa Setinggi 5 Meter

Baca: Kapal Feri Pinang-Anambas Tidak Beroperasi Sementara! Begini Curhat Calon Penumpang!

Ia hanya pasrah bila produk yang ia beli menunjukkan kejanggalan, mulai dari bentuk, warna sampai ke rasa dari produk ‎yang terlanjur dibelinya itu.

"Kalau dikembalikan ya saat masih di kedai. Orang kedai itu pun, beli barangnya dari Tarempa. Bolak baliknya lagi, sudah habis minyak dan waktu," katanya.

Desi warga lainnya ‎juga demikian. Wanita yang kesehariannya membuka usaha kedai berskala kecil ini, mulai sering memperhatikan barang yang dibeli untuk dijual lagi di kedai miliknya di Kecamatan Siantan Timur.

Produk yang dibelinya itu pun, biasa ia perhatikan masa kedaluwarsanya minimal enam bulan sebelumnya.

"Saya kalau beli kan stok, Bang. Biasanya saya tanya ke kedai yang di Tarempa. Sejauh ini, Alhamdulillah barangnya masih bagus," katanya.

Kekhawatiran akan minimnya pengetahuan dan informasi seputar produk yang telah melewati masa kedaluwarsa ini pun, sebelumnya disampaikan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Jasril Jamal.

Menurut Dia, perlu peran aktif dari masyarakat sendiri dalam mengecek produk yang hendak dibeli. Pihaknya pun, tela mengkoordinasikan hal ini ke BPOM Provinsi Kepri di Batam, termasuk ke Disperindag Provinsi Kepri.

"Yang kasihan kan masyarakat juga, seperti masyarakat di pulau itu. Karena mohon maaf, ada juga orang tua kita yang kurang baca tulis. Paling tidak, anak-anaknya, maupun keluarga dan kerabatnya dalam membantu mengecek produk itu sudah lewat atau tinggal sedikit lagi masa kedaluwarsanya," ujarnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help