Sidang Kasus Ujaran Kebencian di PN Tanjungpinang, Jaksa Tuntut Terdakwa 3 Tahun Penjara

Dia dianggap JPU telah menghina Presiden. Hal itu yang memberatkan dirinya dibandingkan objek ujaran kebencian lainya yang ia share ke medsos Facebook

Sidang Kasus Ujaran Kebencian di PN Tanjungpinang, Jaksa Tuntut Terdakwa 3 Tahun Penjara
tribunbatam/wahib waffa
Terdakwa kasus ujaran kebencian saat sidang tuntutan di PN Tanjungpinang, Selasa (10/7/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG-Jaksa Kejari Tanjungpinang menuntut Mustafa Kamal, terdakwa kasus ujaran kebencian, penjara tiga tahun di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (10/7/2018).

Dia dianggap bersalah telah melakukan tindak pidana ujaran kebencian dengan menghina Presiden Jokowi. Mustafa duduk di kursi pesakitan tanpa didampingi pengacara mengaku menyesal.

Dia mengakui tindakannya melanggar UU ITE. "Saya bersalah dan menyesal untuk undang-undang ITE-nya.

Baca: Remaja Diterkam dan Diseret Buaya, Kini Pawang Buaya Dikerahkan Temukan Korban

Baca: Bahagia Lihat Suami Nikah Lagi, Ungkapan Doa Akun Ini Viral. Begini Isinya!

Baca: Jangan Panik! Penyakit Asam Urat Dapat Diatasi Pakai 3 Ramuan Alami! Ini Rahasia Membuatnya!

Bukan untuk apa yang saya sampaikan (share ujaran kebencian di medsos). Karena sejak di Malaysia saya janji nanti di Indonesia saya sampaikan," kata Mustafa usai sidang, Selasa.

"Apa yang saya sampaikan ke pemerintah itu benar tidak salah. Saya sudah berfikir lama sejak di negeri seberang untuk membuat berita itu," tambah Kamal lelaki lajang berpeci itu.

Menurutnya apa yang disampaikan sebagai objek yang dianggap ujaran kebencian merupakan suara hatinya.

Dia dianggap JPU telah menghina Presiden. Hal itu yang memberatkan dirinya dibandingkan objek ujaran kebencian lainya yang ia share ke medsos Facebook.

Kamal meminta dirinya diringankan hukuman. Pada sidang Kamis (19/7/2018) nanti pihaknya akan mengajukan pembelaan secara tertulis.

Terdakwa kasus ujaran kebencian saat sidang tuntutan di PN Tanjungpinang, Selasa (10/7/2018)
Terdakwa kasus ujaran kebencian saat sidang tuntutan di PN Tanjungpinang, Selasa (10/7/2018) (tribunbatam/wahib waffa)

Saat persidangan berlangsung, JPU Dani Daulay mengatakan terdakwa melanggar undang-undang ITE pasal 45 A ayat 2 Jo 28 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 mengenai ITE.

"Secara sah dan meyakinkan bersalah menyebar informasi yang mengandung ujaran kebencian individu atau kelompok tertentu baik ras suku dan agama.

Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa selama 3 tahun dipotong masa penangkapan dan selama penahanan. Barang bukti berupa tablet dan hardisk disita untuk dimusnahkan," kata JPU dalam tuntutannya.

Kamal merupakan terdakwa kasus ujaran kebencian terhadap presiden Jokowi. Ia ditangkap Polres Tanjungpinang dan sempat diekspos kepada media di Mabes Polri. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved