TANJUNGPINANG TERKINI

Warnet Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Kadisdik Tanjungpinang Akan Evaluasi Pendidikan

HZ Dadang membenarkan adanya warung internet yang dijadikan tempat prostitusi oleh kelompok pelajar

Warnet Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Kadisdik Tanjungpinang Akan Evaluasi Pendidikan
tribun batam
Para pengguna internet di Warnet Sagulung tidak peduli saat petugas datang dan merazia tempat itu, Jumat (1/6/2018) malam. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang HZ Dadang membenarkan adanya warung internet yang dijadikan tempat prostitusi oleh kelompok pelajar.

Kasus warnet di jalan Sumatera Tanjungpinang Barat disampaikan oleh Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang.

Dirinya mengancam akan mencabut izin usaha warnet bila masih membiarkan. Menurut Dadang belum lama ini pihaknya melakukan rapat bersama baik dengan Satpol-PP dinas Sosial dan pihak terkait lainnya tentang masalah tersebut.

Diakui Dadang berdasarkan keyakinan hasil investigasi dan bukti yang didapat memang warnet Jalan Sumater digunakan untuk prostitusi anak SMP.

"Menurut Satpol-PP yang berwenang memang ada seperti itu. Menurutnya dan diyakini dijadikan kegiatan tersebut. Kemarin kita sudah kumpul bersama membahas permasalahan ini untuk diambil sikapnya," kata Dadang saat dikonfirmasi Tribun, Jumat (7/9/2018).

Baca: Objek Wisata Gurun Pasir Bintan, Wisata Murah Ala Gurun Sahara

Baca: Muatan Terlalu Berat, Truk Ini Amblas dan Nyaris Terbalik

Baca: Beli Rumah di Puri Agung Residence Cukup Bayar Sejuta Langsung Proses KPR

Dalam rapat tersebut diambil kesimpulan bahwa memang ada kegiatan menyimpang yang terjadi disana. Untuk menyelamatkan dunia pendidikan Tanjungpinang dari generasi yang dapat mengakibatkan efek buruk, pihaknya meminta untuk ditutup.

"Satpol-PP yakin karena memang ada kegiatan. Menyimpan mereka juga menunjukan (bukti cukup) bahwa ada kegiatan menyimpang," kata Dadang.

Demi menyelamatkan itu pihaknya meminta juga untuk dicabut izin usaha. Saat ini warnet tersebut juga tidak lagi membuka operasi usahanya. Lebih lanjut, seperti apa jenis prostitusi yang terjadi ia enggan menjelaskan karena itu wewenang dari Satpol-PP.

"Kita dari Disdik hanya ingin menyelamatkan anak-anak kita. Seperti apa yang terjadi gak semua bisa dipublis. Dan itu juga kewenangan dari Satpol-PP untuk menjawab" katanya.

Kejadian saat terjaring razia pelajar yang disebut-sebut ada pesta seks bebas di warnet terjadi pada sore pukul 03.00 WIB.

Ia mengaku kegiatan tersebut terjadi diluar jam sekolah yang mana sudah menjadi kewenangan orang tua dalam hal pengawasan.

"Kita akan evaluasi. Dengan lebih komunikasi dengan orang tua untuk melakukan pengawasan kepada anaknya," ungkapnya.

Sebelumnya Satpol-PP Kota Tanjungpinang mengeluarkan surat edaran yang berbunyi adanya pesta seks anak SMP komunitas 'Cucumbah'. Dalam surat edaran akan dilakukan pencabutan izin usaha warnet tersebut.

Sementara Kasatpol PP Dan Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Tanjungpinang Efendi belum bisa dikonfirmasi lewat sambungan telepon.(wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help