LOWONGAN KERJA

Ingin Bantu Orangtua Sekolahkan 6 Adiknya, Seorang Pencaker Rela Kehujanan & Berburu Kerja Tiap Hari

Saat ini sangat sulit mencari pekerjaan di Kota Batam apalagi jika usianya semakin tua. Beginilah perjuangan para pencaker dapat kerjaan.

Ingin Bantu Orangtua Sekolahkan 6 Adiknya, Seorang Pencaker Rela Kehujanan & Berburu Kerja Tiap Hari
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Meski hujan turun namun para pencari kerja tetap terlihat menunggu lowongan pekerjaan di PT Panasonic Batam Center, Selasa (13/11/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kondisi hujan tak jadi penghalang buat para Pencari Kerja (Pencaker) untuk menunggu lowongan pekerjaan. Begitu yang terlihat di PT Panasonic Batam Center.

Dari pagi hingga siang pencaker wanita rela berpayung sembari menunggu informasi.

Salah satu pencaker, Resta Pangaribuan (27) mengatakan mendengar informasi bakal ada lowongan, sayangnya sudah menunggu sekian lama tidak ada berkas yang masuk.

"Tadi sih dengar dari teman ada lowongan untuk cewek. Tapi kami tunggu tak ada juga," ujar Resta sembari duduk di motornya, Selasa (13/11/2018).

Baca: Gerbang Terbuka hingga TV Menyala, Simak Kesaksian dan Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Baca: PT Panasonic Batam Centre Kembali Buka Lowongan Kerja, Pelamar Harus Bawa Berkas Asli

Baca: Ratusan Orang Sudah Padati MPH Batamindo, Mendadak PT Schneider Batalkan Lowongan. Ini Kata Pencaker

Baca: LOKER BATAM HARI INI - 3 Info Lowongan Kerja Terbaru di Batam Hari Ini. Tribun Batam Cari Reporter

Diakuinya saat ini sangat sulit mencari pekerjaan di Kota Batam ini. Apalagi usianya semakin tahun semakin menua. Ia tinggal di Kota Batam tepatnya di Piayu sejak 2003 lalu.

"Cari kerja di Batam udah tak kayak dulu lagi. Susah apalagi udah makin tua. Rata-rata perusahaan ambil yang fresh graduate," ujarnya.

Sebelumnya, sudah pernah kerja di belasan perusahaan yang ada di Kota Batam. Mulai dari Satnusa, Scheneider, dan masih banyak lagi perusahaan lainnya.

"Saya lulus SMA dari kampung (Balige) langsung ke sini (Batam). Maklum anak pertama adik-adik saya banyak saya harus bekerja membantu mamak dan bapak saya menyekolahkan adik-adik saya 6 orang lagi. Ibu dan bapak saya hanya seorang petani," papar Resta.

Suka duka ia jalani di kota Batam hingga tahun belasan tahun. Namun asyiknya, ia berkenalan dengan suaminya di Kota Batam ini.

"Baru 2 tahun lalu menikah. Semenjak nikah perekonomian sudah lumayan terbantu mbak. Tapi kalaupun gitu tetap harus kerja. Buat tabungan anak nantinya," katanya.

Resta berharap masih diterima di PT Panasonic. Sudah seminggu setiap pagi selalu datang untuk menanti lowongan pekerjaan.

"Berharaplah bisa masuk biar bisa bantu-bantu suami," katanya.

Pantauan Tribun, ia ikut mengantri di kerumunan pencaker sembari memegang pagung berwarna silvernya. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved