BATAM TERKINI

Usai Vonis Mati Empat Tedakwa, Majelis Hakim Lanjutkan Sidang Vonis Penyeludupan 1,3 Ton Sabu

Usai menjatuhi hukuman mati terhadap empat terdakwa penyeludupan 1,6 ton sabu, Ketua Majelis Hakim Muhammad Chandra, dididampingi dua anggota Majelis

Usai Vonis Mati Empat Tedakwa, Majelis Hakim Lanjutkan Sidang Vonis Penyeludupan 1,3 Ton Sabu
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGROHO
Empat terdakwa penyeludupan 1,3 ton sabu masing-masing Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Hing An, dan Hsieh Lai Fudengan saat mengikuti sidang putusan Majelis Hakim yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (29/11/2018) malam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Usai menjatuhi hukuman mati terhadap empat terdakwa penyeludupan 1,6 ton sabu, Ketua Majelis Hakim Muhammad Chandra, dididampingi dua anggota Majelis Yona Lamerosa Ketaren dan Redite Ika Septina melanjutkan sidang perkara sabu 1,3 ton.

Baca: Hakim Vonis Mati Empat Terdakwa Penyeludupan 1,6 Ton Sabu, Chen Meisheng Berteriak Tidak Terima

Dengan terdakwa Chen Chung Nan diperiksa dengan nomor perkara 595/Pid.Sus/2018/PN Btm, Chen Chin Tun dengan nomor perkara 594/Pid.Sus/2018/PN Btm, Huang Hing An 592/Pid.Sus/2018/PN Btm, dan Hsieh Lai Fudengan nomor perkara 593/Pid.Sus/2018/PN Btm.

Baca: Menunggu Vonis Pengadilan, Chen Terdakwa 1,6 Ton Sabu Sujud di Hadapan Majelis Hakim

Dalam perkara itu, hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Supriadi, Meiyana, Nursurya, dan Rumondang Manurung. Hingga berita ini diturunkan, sidang masih berlangsung.

Sebelumnya, keempat terdakwa dituntut mati oleh JPU.  JPU Menilai, tindakan mereka salah saat memasukan sabu ke Indonesia tanpa hak.

Keempat terdakwa didampingi satu penterjemah dari Batam. Dan dalam sidang tuntutan JPU sebelumnya Keempat terdakwa dijerat dengan dakwaan primer pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dakwaan subsider pasal 113 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 209 tentang narkotika, serta dakwaan lebih subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

"Perbuatan keempat terdakdwa mengakibatkan nama negara Indonesia menjadi buruk citranya di dunia internasional. Seolah-olah Indonesia jadi lahan empuk peredaran narkotika. Selama persidangan, keempat terdakwa juga tak mengakui perbuatannya menyelundupkan atau membawa 1 ton lebih sabu-sabu masuk ke Indonesia, serta keterangannya berbelit-belit menyusahkan majelis hakim," kata JPU saat itu.

Untuk hal yang meringankan terdakwa, tidak ada. Terdakwa sendiri terbukti membawa atau menyelundupkan masuk narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1 ton 37 gram ke wilayah Indonesia dengan melawan hukum, yakni membawa narkotika melebihi 5 gram.

Tak satupun diantara mereka terkejut mendengar hukuman tersebut. Mereka tertunduk sambil mendengar penterjemah berbicara kepada mereka. Sesekali mengangguk seakan mengerti. Bahkan Chandra sampai mengulangi kata hukuman mati hingga 2 kali untuk diterjemahkan.

"Bilang kepada mereka bahwasanya mereka dikenai hukuman mati," ujar Chandra kepada penterjemah dengan suara meninggi.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved