Tarif Kargo Pesawat Naik 300 Persen Sejak Juni 2018, JNE Sebut Kebijakan Itu Mirip Tsunami

JNE mengeluhkan tingginya kenaikan tarif SMU alias kargo oleh maskapai penerbangan yang dinilai sangat tinggi dan tak wajar.

Tarif Kargo Pesawat Naik 300 Persen Sejak Juni 2018, JNE Sebut Kebijakan Itu Mirip Tsunami
TRIBUNBATAM.ID/DOKUMENTASI
Ilustrasi layanan JNE 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA -  Manajemen JNE mengeluhkan kenaikan tarif surat muatan umum (SMU) oleh maskapai yang dinilai sangat tinggi dan melewati batas wajar.

Muhammad Feriadi, CEO JNE mengatakan kenaikan tarif yang ditentukan maskapai terjadi beberapa kali dalam satu tahun terakhir.

"Biasanya maskapai menaikkan tarif itu satu kali per semester sehingga kami (perusahaan jasa) memiliki waktu untuk memberlakukan tarif namun sejak Juni 2018 hingga Januari saja sudah beberapa kali naik dan jika dijumlahkan total kenaikan bisa mencapai 300% dari tahun lalu," ujarnya.

Menurut Feriadi, ketentuan tersebut merupakan "tsunami" bagi perusahaan jasa pengiriman mengingat pelanggan tidak hanya dari ritel melainkan korporasi.

"Kalau ritel bisa saja kita naikkan tarif kapan saja tapi untuk korporasi sistemnya kan kontrak dan sesuai dengan perjanjian kenaikan tarif bisa dilakukan satu bulan sebelumnya namun waktu yang ditetapkan maskapai sangat mepet," ujarnya.

Meski Tarif Kargo Pesawat Meroket, TIKI Belum Naikkan Tarif Secara Nasional

Jasa Pengiriman Terlalu Murah, Garuda Indonesia Naikkan Biaya Kargo 50 Persen

Protes Tarif SMU Kargo Terlalu Mahal, Asperindo Bakal Stop Pengiriman Barang Pakai Pesawat

Tak Terimbas Tarif Bagasi Lion Air, Tarif Kargo Ternyata Sudah Naik Sejak 1 Januari 2019

Kenapa Harga Tiket Pesawat Naik dan Bagasi Berbayar? Diduga Ini Pemicunya

FOLLOW JUGA : 

Di JNE sendiri, kata Feriadi terpaksa harus menaikkan tarif per Januari 2019 ke seluruh destinasi kecuali Jabodetabek.

"Kita sudah naikkan tarifnya sesuai destinasi, range kenaikan dari 10%-40% dari sebelumnya," ujarnya.

Selain itu, kata Feriadi yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) mengatakan telah menyampaikan keluhan tersebut kepada beberapa pihak yang berwenang hanya saja hingga saat ini belum mendapat respon positif.

Sebuah Mobil Sedan Hangus Terbakar di Depan Perumahan Taman Raya Batam, Tidak Ada Korban Jiwa

WASPADALAH! Bau Mulut Bisa Jadi Pertanda 10 Penyakit Berbahaya, Mulai Kanker hingga Diabetes

Viral, Disunat Secara Ghoib, Bocah Polos Ini Ceritakan Sosok Orang yang Sunat Dia

"Di Asperindo kami membentuk tim untuk permasalahan ini yang diberi nama tim Pokja dimana tim tersebut tengah mencati solusi untuk permasalahan ini," ujarnya.

Sementara, kata Feriadi terkait aksi Asperindo yang berencana menghentikan pengiriman kargo pasti akan dilakukan jika hingga beberapa waktu belum ada solusi namun untuk waktu tepatnya belum dapat dipastikan. (kontan)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved