BATAM TERKINI

Bagasi Bayar dan Harga Tiket Pesawat Mahal, KM Kelud Pelni Diserbu Penumpang di Batam

Pengguna angkutan KM Kelud Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dari Batam meningkat drastis dari biasanya. Ternyata ini sebabnya.

Bagasi Bayar dan Harga Tiket Pesawat Mahal, KM Kelud Pelni Diserbu Penumpang di Batam
tribunbatam/dewangga rudi
KM Kelud bersandar di dermaga Pelabuhan Batuampar, Senin (25/6/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pengguna angkutan KM Kelud Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) di Kota Batam meningkat drastis dari biasanya.

Hal ini terlihat sejak di berlakukannya sistem bagasi berbayar dan kenaikan harga tiket pada beberapa maskapai penerbangan.

Sehingga banyak masyarakat yang mulai beralih menggunakan transportasi laut sebagai sarana transportasi untuk bepergian keluar Batam.

Kepala PT Pelni Cabang Kota Batam Sugiyanto mengungkapkan, meningkatnya jumlah penumpang menggunakan transportasi laut Pelni sejak free bagasi maskapai tersebut dihapuskan ditambah tiket pesawat yang mahal.

Hal ini yang membuat lonjakan penumpang Pelni naik drastis.

Dimana yang biasa penumpang tujuan Batam ke Jakarta hanya 100-200 orang saja,  sekarang naik hingga 400-500 orang.

BREAKINGNEWS. Hutan Lindung di Sekupang Kembali Terbakar, Pemko Batam Bakal Datangkan Helikopter

INGAT! Kirim Paket dari Batam Senilai Lebih dari 75 Dolar AS Wajib Bayar Pajak

20 Ribu Paket Menumpuk di Kantor Pos Batam Tunggu Antrean X-Ray Bea Cukai

VIDEO - Pakai Baju Adat, 12 Asosiasi Pelaku Wisata Gelar Pawai Protes Harga Tiket Pesawat

Begitu juga terhadap penumpang tujuan Batam ke Belawan yang biasanya 600-700 sekarang bisa mencapai 1500-1700 orang penunpang.

"Memang naiknya harga tiket dan dihapuskannya free bagasi maskapai sangat berpengaruh pada lonjakan penumpang PELNI," ungkapnya, Senin (11/2/2019).

Lonjakan penumpang sendiri mulai terasa sejak dihapusnya free bagasi dan mahalnya tiket di beberapa maskapai, dan sangat terlihat pada akhir Januari 2019 sampai sekarang.

"Mungkin banyak masyarakat yang merasa kesulitan untuk membeli tiket mahal sehingga mereka lebih memilih menggunakan kapal pelni, karena harganya jauh lebih murah,"ujarnya.

Sugiyono juga menyampaikan, lonjakan yang terjadi di Pelni hanya pada penumpang saja,sedangkan untuk pengiriman barang atau cargo masih normal.

"kalau cargo belum ada lonjakan, masih normal sepertinya,"tuturnya.

Sementara saat disinggung apakah di berlakukan pembayaran bagasi, Sugiyono menyampaikan masih menerapkan ketentuan bagasi yang sudah lama ditetapkan, dengan memberikan free bagasi 50 Kilogram (Kg) kepada setiap penumpang untuk bagasi.

Namun jika melebihi ketentuan maka tetap akan dikenakan biaya tambahan sesuai aturan yang telah di tetapkan.

"Jadi sampai saat ini belum ada pemberlakuan pembayaran bagasi sampai 50 kilogram, tapi lebih dari situ baru akan bayar,"katanya.  (als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved