BATAM TERKINI

Hakim Heran Lihat KTP el Palsu Mirip Dengan yang Asli, Dua Terdakwa Pemalsuan Dokumen Disidangkan

"Wah, pintar betul kalian berdua membuat ini. Persis sama dengan aslinya," kata hakim Renni Pitua Ambarita saat memimpin sidang penasaran.

Hakim Heran Lihat KTP el Palsu Mirip Dengan yang Asli, Dua Terdakwa Pemalsuan Dokumen Disidangkan
TRIBUNBATAM.id/FILEMON HALAWA
Nelson Mandela dan Andri Metro Pardede tedakwa pemasuan dokumen menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (21/2/2019) 

Hakim Heran Lihat KTP el  Palsu Mirip Dengan yang Asli, Dua Terdakwa Pemalsuan Dokumen Disidangkan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua terdakwa pemalsuan KTP el dan Ijazah palsu Nelson Mandela dan Andri Metro Pardede disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (21/2/2019).

Para terdakwa didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pasal 263 ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara.

Saat pemeriksaan dua saksi korban selaku pemesan KTP el dan Ijazah, kepada majelis hakim, kedua terdakwa membenarkan semua keterangan saksi.

Saat melihat barang bukti puluhan KTP el, majelis hakim juga sempat terheran-heran, karena KTP el palsu hasil buatan kedua terdakwa, tidak ada bedanya dengan yang asli.

Berantas Pereman Pungli Sopir Truk, Kapolres Lampura Nyamar Jadi Kernet, Sempat Todongkan Senpi

Pelaku Sempat Bawa Rizki ke Rumah Sakit, Setelah Injak Perut Bayi 2,5 Tahun hingga Tewas

Viral Video Pengakuan Suami Belah Perut Istri Hamil Tua Lalu Ambil Bayinya di WhatsApp dan IG

Komentar Pelatih Indra Sjafri Usai Timnas Indonesia U22 Lolos ke Semifinal Piala AFF U22 2019

"Wah, pintar betul kalian berdua membuat ini. Persis sama dengan aslinya," kata hakim Renni Pitua Ambarita saat memimpin sidang penasaran.

Merasa penasaran dengan kemahiran membuat KTP el palsu itu, hakim juga mempertanyakan lulusan pendidikan terakhir dari kedua terdakwa.

"Hanya lulusan SMA," jawab terdakwa Andri Metro Pardede ke majelis hakim.

Selain menunjukan barang bukti puluhan KTP el palsu, di sidang pertama ini, JPU Ritawati Sembiring juga memperlihatkan barang bukti bundelan ijasah palsu dan alat pencetaknya.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, hakim lalu menunda sidang itu satu minggu ke depan dengan agenda periksaan dari saksi penangkap.

Sebelumnya, kedua terdakwa ditangkap polisi di bulan September tahun 2018, di Perumahan Taman Cipta Indah 2 Blok N No.02 Batuaji, Batam.

Cabuli Dua Anak di Bawa Umur, Seorang Caleg PBB Ini Diamankan Polisi

Jadwal & Link Live Streaming Persebaya vs Persidago Piala Indonesia, Sabtu (23/2) Pukul 15.00 WIB

Empat Perusahaan Baru dan Lima Perluasan Usaha Butuhkan 3.000 Lebih Tenaga Kerja di Batamindo

Lompat Dari Gedung Bertingkat, Tyas Dikabarkan Masih Hidup, Begini Kronologisnya

Semua barang bukti diamankan polisi dari rumah dari terdakwa Andri Metro Pardede.

Dalam melakukan aksinya, terdakwa mempromosikan jasanya melalui media sosial Facebook (FB) dengan menawarkan bisa membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan membuat Ijazah SMA.

Sedangkan seseorang yang bernama Siburian diduga pemasok Blangko KTP el kepada para terdakwa tersebut, masih DPO.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved