KARIMUN TERKINI

Kematian Ibu Anak di Durai Terungkap, Diduga Keracunan Makanan, Polisi Serahkan Jenazah ke Keluarga

"Berdasarkan analisa dokter, cairan tersebut adalah cairan dari lambung," ujar Kapolsek Moro, AKP Heri Andhar usai acara Rapim Polri-TNI di Gedung Nas

Kematian Ibu Anak di Durai Terungkap, Diduga Keracunan Makanan, Polisi Serahkan Jenazah ke Keluarga
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Petugas dari Polsek Moro/Durai dan Puskesmas Durai memeriksa kedua jenazah ibu dan anak yang ditemukan meninggal di rumahnya, Selasa (26/2/2019) sore 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kasus temuan mayat pasangan ibu dan anak di dalam rumahnya di Teluk Buntal, RT 005 RW 003, Desa Tanjung Kilang, Kecamatan Durai, Selasa (26/2/2019) sore, akhirnya terungkap.

Keduanya Rainah binti Sanah (70) dan Ramlan bin M Nur (45) diduga kuat tewas akibat keracunan makanan.

Hal itu setelah petugas kepolisian dan dokter dari Puskesmas Durai menemukan sisa cairan di sekitar bagian luar mulut korban.

"Berdasarkan analisa dokter, cairan tersebut adalah cairan dari lambung," ujar Kapolsek Moro, AKP Heri Andhar usai acara Rapim Polri-TNI di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Rabu (27/2/2019).

Waduk Gesek Bintan Kering Kerontang, Siap-siap Akan Ada Giliran Aliran Air Bersih ke Rumah Warga 

April, Durai dan Buru Listrik Nyala 24 Jam, Hasil Lobi Bupati ke GM PLN Riau-Kepri

Para Guru Non ASN Bernapas Lega, Kontrak Kerja Diperpanjang, Ini Pesan Gubernur Kepri

Gara-gara Utang Konsumen, Debt Colletor dan Pemilik Konter Ponsel Nyaris Baku Hantam

Keterangan itu sekaligus membantah dugaan korban tewas tidak wajar. Kepastian itu setelah tidak menemukan ada tanda-tanda bekas kekerasan.

"Rumah sudah kami cek juga, tidak ada yang rusak seperti dibuka paksa," kata Heri.

Heri mengatakan, keracunan tersebut diduga dipicu oleh korban yang tengah mengalami sakit diare dan kemudian menyantap makanan asam pedas dan ikan bakar.

"Kami menemukan obat diare di dalam rumah korban. Selain itu juga ditemukan kotoran manusia bekas mencret dalam rumah. Ada juga sisa makanan asam pedas dan ikan bakar serta nasi," kata Heri.

Sedikitnya 6 orang saksi sudah dimintai keterangannya oleh polisi. Diantaranya Sahrul Nizam (15) seorang pelajar, Safaat (37) seorang nelayan, Suherman (39) berprofesi seorang nelayan, Wahid (48) petani, Lizaher (52) Ketua RT dan Samsuar (32) Kepala Dusun.

Berdasarkan keterangan saksi Sahrul Nizam, sekira pukul 14.30 WIB, ia mendapat perintah dari saksi Safaat untuk menemui korban Ramlan.

Halaman
12
Penulis: Rachta Yahya
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved