BATAM TERKINI

Bahas Titik Jemput Penumpang Taksi Online, Dishub Kepri Akan Bertemu Dengan Aplikator

Polemik taksi konvensional dan taksi online belum juga usai. Hal ini terlihat jelas pada Selasa (26/2) lalu, beberapa orang masih terlibat perkelahian

Bahas Titik Jemput Penumpang Taksi Online, Dishub Kepri Akan Bertemu Dengan Aplikator
TRIBUNBATAM.id
Forum taksi konvensional beserta forum taksi online kembali lakukan pertemuan di Cafe John Seven, Batam, Senin (25/2/2019) pagi. Foto ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM - Polemik taksi konvensional dan taksi online belum juga usai. Hal ini terlihat jelas pada Selasa (26/2) lalu, beberapa orang masih terlibat perkelahian di sekitar alun-alun Engku Putri Kota Batam.

Melihat itu, TRIBUNBATAM.ID segera mengkonfirmasi Dinas Perhubungan Provinsi Kepri melalui Frengki Willianto, selaku Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), guna menanyakan tindak lanjut terhadap solusi yang telah disepakati terkait 47 titik jemput penumpang taksi online.

"Yang pertama kita harus mengapresiasi kesepakatan yang telah tercapai antara kedua belah pihak. Selanjutnya, kita juga harus melakukan sosialisasi terhadap kesepakatan yang tercapai tadi, 47 titik jemput penumpang. Jumat besok, kita juga akan melakukan pertemuan dengan aplikator (Aplikasi Taksi Online) untuk tindak lanjut ini," jelas Frengki kepada TRIBUNBATAM.ID via telepon, Kamis (7/3/2019).

Menurutnya, sosialisasi tidak hanya dilakukan oleh pihak taksi online saja. Akan tetapi, lebih efektif jika pihak taksi konvensional juga melakukannya.

"Kedua belah pihak harus melakukan itu. Agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ini kan sifatnya berdasarkan mufakat yang dicapai melalui beberapa kali pertemuan. Bisa saja keributan terjadi karena oknum yang ada tidak mengetahui kesepakatam ini, bisa saja kan," jelasnya lagi.

VIDEO - Taksi Konvensional dan Taksi Online Kembali Ribut, Selasa (26/2)

VIDEO. Arak Ogoh-ogoh Sebelum Perayaan Nyepi, Supaya Tidak Ada Aura Negatif

Pangling Lihat Wajah Ibu Reino Barack yang Bebas kerutan, Ini 7 Rahasia Awet Muda ala Wanita Jepang

Frengki berharap semua pihak dapat saling menahan diri sampai izin yang ditunggu diterbitkan.

"Pembahasan izin sudah dilakukan. Ini tidak mudah, karena kita juga harus lakukan kajian yang mendetail, seperti wilayah operasional, tarif ambang atas dan bawah, retribusi daerah serta penentuan kuota terhadap armada taksi online yang dapat beroperasional," tambahnya.

Menurut informasi yang TRIBUNBATAM.ID dapatkan, untuk pengurusan izin oleh setiap Badan Usaha Angkutan Sewa Khusus (ASK) hingga saat ini telah dilakukan.

"Sudah dilakukan, bahkan sudah uji KIR. Cuma tinggal menunggu surat dari Samsat Provinsi Kepri," ujar Indra, salah satu perwakilan badan usaha ketika dimintai konfirmasinya.

Menanggapi hal tersebut, Frengki menjelaskan bahwa ada sedikit penyesuaian yang harus dilakukan mengingat Peraturan Menteri yang berubah, dari Permenhub Nomor 108 Tahun 2018 menjadi Permenhub Nomor 118 Tahun 2018.

"Peraturannya berubah, pastinya harus ada penyesuaian. Sekarang setiap badan usaha harus mengurus izin prinsipnya di Online Single Submission (OSS). Serba online, tapi jika ini terbit, kita akan segera meresponnya dengan Pergub atau Perda. Sesuai hirarki perundang-undangan, ketika permenhub keluar, harus ada turunannya," ujar Frengki menjelaskan.

Selain membahas atau menindaklanjuti terkait perizinan, pertemuan esok hari, Jumat (8/3) pagi, yang dilakukan di Gedung Graha Kepri juga akan menjadi pertemuan pertama setelah kesepakatan tercapai.

"Besok juga akan dilakukan penyerahan nota kesepakatan terhadap 47 titik jemput penumpang," tutup Frengki. (dna)

Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved