KARIMUN TERKINI

Sering Disalah Gunakan, KSOP Tanjungbalai Karimun Akan Tertibkan Pelabuhan Tikus

Junaidi tidak memungkiri keberadaan pelabuhan-pelabuhan itu bisa saja disalahgunakan dikarenakan dibuat langsung menyatu dengan rumah layaknya sebuah

Sering Disalah Gunakan, KSOP Tanjungbalai Karimun Akan Tertibkan Pelabuhan Tikus
TRIBUNBATAM.id/RACHTA YAHYA
Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Ir Junaidi mengecek langsung pelaksanaan program pengukuran dan percepatan penerbitan Pas Kecil kapal nelayan ukuran di bawah GT 7 di Pulau Buru, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun akan menertibkan pelabuhan-pelabuhan tikus yang berada hampir di sepanjang garis pantai Karimun.

"Kami akan tertibkan," kata Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Junaidi, Rabu (13/3/2019).

Keberadaan pelabuhan-pelabuhan tikus tersebut sering kali disalah gunakan untuk memasukkan barang-barang selundupan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di dermaga Puakang.

Itu setelah satu unit kapal kayu, KM Rina 1 ditangkap Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun pada 18 Februari 2019 di dermaga tersebut.

Ratusan Nelayan Dilayani Cuma-cuma, Pengukuran dan Percepatan Penerbitan Pas Kecil KSOP

Empat Sektor Jadi Fokus Pembangunan di Karimun, Perencanaan Pembangunan Berbasis E-planning

Resmikan Kantor Pengawasan SKDP Karimun, Nurdin: Sumber Daya dan Perikanan Harus Dijaga

Ketua DPRD Karimun Turut Prihatin, Warga Sulit Dapatkan Minyak Tanah

Kapal KM Rina 1 diketahui memuat barang selundupan berupa minumam beralkohol (mikol) berbagai merek. Tidak tanggung-tanggung nilainya ditaksir mencapai Rp 800 juta lebih.

Mikol tersebut dibawa dari Malaysia untuk diedarkan di Tanjungbalai Karimun sekitarnya.

Junaidi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendata pelabuhan-pelabuhan tikus tersebut. Sementara ini, pihaknya belum mengetahui jumlah persis dari pelabuhan-pelabuhan tikus itu.

"Kami belum tahu berapa jumlahnya, sedang lagi di data," katanya.

Junaidi tidak memungkiri keberadaan pelabuhan-pelabuhan itu bisa saja disalahgunakan dikarenakan dibuat langsung menyatu dengan rumah layaknya sebuah garasi.

"Iya, macam garasi lah, langsung menyatu dengan rumah gitu," katanya.

Pemerintah daerah seringkali dipusingkan oleh keberadaan pelabuhan-pelabuhan tersebut.

Pasalnya, pelabuhan milik Pemda di Parit Rempak, Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral jadi jarang disinggahi kapal-kapal kargo yang berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD). (yah)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved